kumparan
12 Maret 2020 6:03

Berita Populer: 'Penerbangan Hantu' hingga Debt Collector Masih Bisa Sita Motor

Kondisi di dalam pesawat
Kondisi di dalam pesawat, banyak kursi kosong. Foto: Wisnu Prasetiyo/kumparan
Imbas virus corona asal China membuat perekonomian dunia terkena imbasnya. Salah satu industri yang cukup terpukul yaitu penerbangan.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini diperparah penghentian penerbangan dari dan ke negara-negara yang penduduknya paling banyak terkena virus corona ini. Seperti China, Iran, Korea Selatan, dan Italia.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan, penarikan barang seperti kendaraan oleh debt collector karena debitur menunggak kredit, tak bisa dilakukan sewenang-wenang.
Berita populer tersebut dilengkapi dengan masalah pembangunan tempat karantina pasien terinfeksi virus corona, yang dibangun selama 20 hari dan ditargetkan rampung pada 28 Maret 2020.
Berikut berita populer kumparanBisnis pada Rabu (10/3).
Gara-gara Virus Corona, Banyak Maskapai Lakukan 'Penerbangan Hantu'
Industri penerbangan adalah yang paling terpukul akibat terjangkitnya virus corona secara global. Pemicunya karena banyak orang menghindari bepergian karena khawatir tertular virus.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini diperparah penghentian penerbangan dari dan ke negara-negara yang penduduknya paling banyak terkena virus corona ini, seperti China, Iran, Korea Selatan, dan Italia.
Keadaan ini membuat jumlah penumpang pesawat turun drastis. Tapi apakah keadaan ini membuat sejumlah maskapai menghentikan penerbangan mereka?
Ternyata tidak juga. Di Eropa misalnya, sejumlah maskapai yang terbang di benua biru itu tetap menjalankan penerbangan, meski pesawat mereka hanya mengangkut segelintir penumpang. Dari ratusan kursi yang ditawarkan di satu pesawat, sebagian besarnya kosong tak terisi.
Dikutip dari CNBC, regulasi penerbangan Uni Eropa menetapkan aturan yang disebut 'use it or lose it'. Aturan ini mengharuskan maskapai yang memegang suatu rute tertentu, harus tetap menerbangkan pesawatnya (use it) meski tanpa penumpang sekalipun.
ADVERTISEMENT
Jika dalam suatu periode tertentu maskapai itu tak menerbangi rute tersebut lebih seperlima kali dari jadwal yang mereka pegang, maka maskapai penerbangan akan kehilangan hak atas rute tersebut (lose it).
Regulasi inilah yang menyebabkan situasi di mana banyak maskapai penerbangan, dianggap mengoperasikan apa yang disebut 'penerbangan hantu'. Yakni penerbangan yang nyaris tanpa penumpang.
Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B, Bambang W. Budiawan
Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B, Bambang W. Budiawan (kiri) dalam Ngobrol Manis (Bronis) OJK. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
OJK Tegaskan Debt Collector Masih Bisa Sita Motor di Jalan, Tapi Ada Syaratnya
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan penarikan barang seperti kendaraan oleh debt collector karena debitur menunggak kredit, tak bisa dilakukan sewenang-wenang.
Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK, Bambang W. Budiawan, menegaskan seluruh leasing harus mematuhi POJK Nomor 35 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan.
ADVERTISEMENT
Dalam beleid itu, leasing harus memastikan debt collector telah memenuhi standar aturan, serta tidak sembarangan dalam merampas barang kreditan. Salah satu syaratnya memiliki sertifikasi.
"Penagih (debt collector) harus ada surat, sertifikasi, sertifikasi fidusia. Kalau main betot aja bisa jadi kasus," kata Bambang di kantor OJK, Jakarta, Rabu (11/3).
Selain itu, leasing juga harus memastikan debt collector yang diterjunkan, melengkapi dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa nasabah telah melakukan wanprestasi atau menciderai janji.
"POJK 35 itu udah komplet. Sekarang tinggal penerapannya. Boleh tidak dengan pengadilan kalau tidak komplet," kata dia.
Dia menegaskan agar leasing tegas menindak debt collector yang bandel. Sebab bila tidak, OJK bisa saja mengenakan sanksi sampai paling terberat menutup izin usaha perusahaan.
ADVERTISEMENT
"Saya minta pertama perusahaan itu menindak dia (debt collector). Kedua, kalau you enggak menindak, saya (OJK) yang menindak kau (leasing)," ujarnya.
Pulau Galang rumah sakit khusus corona di Batam
Pos pengamanan gabungan dirikan di kawasan eks-camp Vietnam di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (8/3). Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa
China Bangun Rumah Sakit Khusus Virus Corona 10 Hari, Indonesia 20 Hari
Untuk mengendalikan wabah virus corona atau COVID-19, China membangun rumah sakit khusus di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Rumah sakit itu menjadi sorotan karena dibangun dalam waktu sangat singkat, hanya 10 hari.
Mulai dikerjakan pada 23 Januari 2020, rumah sakit yang mampu menampung 1.000 pasien corona itu sudah rampung pada 3 Februari 2020.
Rumah Sakit Huoshenshan (Fire God Mountain) didirikan di atas lahan seluas 34 ribu meter persegi di pinggir Danau Caidian Zhiyin, menggunakan bahan jadi atau prefabricated material.
ADVERTISEMENT
Jadi panel-panel dinding, jendela, hingga atap sudah dibuat sebelumnya sehingga tinggal dirakit. Rakitan ini yang akhirnya menjadi satu kesatuan bagian bangunan yang menyerupai kontainer medis.
Bagaimana dengan Indonesia?
Usai diumumkannya 2 pasien terjangkit virus corona pertama pada 2 Maret 2020, pemerintah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah wabah ini meluas.
Pulau Galang di Provinsi Kepulauan Riau dipilih sebagai lokasi fasilitas karantina khusus untuk menangani pasien virus corona.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan agar Pulau Galang siap digunakan pada akhir Maret.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, fasilitas tersebut bisa rampung pada 28 Maret 2020 mendatang. Pembangunan fasilitas karantina sudah dimulai sejak 8 Maret lalu. Artinya, pembangunan selesai dalam 20 hari.
ADVERTISEMENT
Pengerjaan ini dapat dilakukan dengan cepat. Pasalnya, sekitar 700 tenaga kerja Indonesia diberdayakan untuk mengebut pembangunan fasilitas ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan