BI: Pandemi COVID-19 Dorong Masyarakat Jadi Gemar Investasi
·waktu baca 2 menit

Bank Indonesia (BI) menilai pandemi COVID-19 memiliki dampak positif bagi masyarakat. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan salah satu hal positif yang disebabkan pandemi adalah pergeseran perilaku masyarakat dari yang konsumtif menjadi gemar menabung dan berani menjajal investasi.
“Kita lihat hal positif pandemi COVID-19 ini sebagai ease of transformation. Kita lihat pembatasan mobilitas membuat perilaku masyarakat berubah. Masyarakat yang tadinya lebih konsumsi sekarang mereka membatasi konsumsi. Mereka shift apakah masuk ke tabungan atau berinvestasi di pasar modal atau reksa dana,” ujar Destry dalam Webinar Like It 3: Mari Bersama Membangun Negeri dengan Menjadi Investor di Negeri Sendiri, Jumat (13/8).
Menurut Destry, pergeseran perilaku masyarakat tersebut terlihat dari jumlah investor ritel di pasar modal mengalami kenaikan sangat signifikan selama pandemi. Destry merinci, pada 2019 lalu jumlah investor ritel di pasar modal tercatat hanya 2,5 juta investor. Per Juni 2021 jumlah tersebut meroket tajam menjadi 5,6 juta investor ritel.
“Setahun terakhir ini investor ritel meningkatnya sangat besar sekali terlihat di pasar modal. Tahun 2019 baru sekitar 2,5 juta orang. Per Juni 2021 angka ini meningkat 125 persen menjadi 5,6 juta investor ritel,” ujarnya.
Menurut Destry salah satu faktor pendorong meningkatnya jumlah investor ritel adalah berkembangnya finansial technology (fintech) dalam satu tahun terakhir. Awalnya fintech muncul dalam bentuk layanan peer to peer lending (P2P) saja.
Namun seiring berjalannya waktu, banyak platform fintech dalam format lain mulai bermunculan. Terutama fintech yang menyediakan layanan sistem pembayaran. Tidak sedikit dari platform pembayaran tersebut yang kemudian menambahkan fitur investasi di dalam aplikasinya. Sehingga dari satu platform, pengguna juga bisa melakukan investasi misalnya membeli reksa dana.
Dengan munculnya beragam platform ini, menurut Destry sangat memudahkan masyarakat untuk mengenal dan akhirnya berani menjajal investasi. “Cukup mudah hanya dengan menggunakan gadget. Semuanya lebih nyaman dan transparan karena kita bisa melihat komposisinya atau portfolio apa yang kita kehendaki,” tandasnya.
