Bikin Cuan, 5 Usaha Ini Paling Digandrungi Masyarakat
·waktu baca 5 menit

Pandemi memang membuat segala aktivitas jadi serba terbatas. Tapi di sisi lain, kondisi ini juga menciptakan berbagai peluang baru bagi para pelaku usaha, termasuk mereka yang berkecimpung di sektor UMKM.
Apalagi dengan tren belanja online yang semakin jadi andalan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, baik yang pokok maupun sekadar untuk self reward. Otomatis transaksi di marketplace atau toko online pun semakin meningkat.
Hal ini pun mendorong peluang bagi para pelaku usaha untuk membaca selera pasar dan menarik perhatian konsumen. Meski begitu, persaingan juga semakin ketat, sehingga pelaku UMKM juga dituntut agar aktif berinovasi, terutama dalam melihat tren bisnis yang digandrungi.
Nah, berbicara mengenai tren, di masa pandemi ini ternyata ada beberapa usaha yang justru mengalami peningkatan permintaan di masyarakat. Berikut lima di antaranya yang mungkin juga bisa menjadi acuan Anda untuk membuka usaha:
1. Bisnis makanan
Sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi setiap hari, tak heran bila bisnis food and beverage (F&B) masih menjadi usaha yang cukup menjanjikan, terutama yang bisa dipesan online. Bahkan menurut laporan Statistik e-commerce yang diterbitkan BPS pada akhir 2020 lalu, produk F&B menempati daftar tertinggi transaksi online dengan persentase hingga 30,95 persen dari keseluruhan usaha.
Tren berbagai jenis makanan yang silih berganti viral di media sosial ikut andil meningkatkan permintaan pasar akan berbagai jenis makanan hits. Selain itu, anjuran untuk berada di rumah aja saat puncak pandemi juga menjadi faktor banyaknya konsumen yang akhirnya memilih untuk memesan makanan secara online demi menghindari keramaian.
2. Bisnis tanaman hias
Pandemi turut memunculkan hobi-hobi baru yang digandrungi masyarakat, salah satunya koleksi tanaman hias, terutama tanaman tropis yang dapat mempercantik ruangan sekaligus penyaring udara di rumah. Merawat tanaman di sela-sela aktivitas juga menjadi salah satu pelepas penat saat tidak bisa bepergian.
Bahkan, tak sedikit kolektor yang rela mengeluarkan budget hingga jutaan rupiah demi mendapatkan tanaman yang diinginkan. Tidak hanya di dalam negeri, dilansir laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), banyak juga tanaman hias tropis yang berhasil diekspor melalui jalur UMKM, mulai dari anggrek liar; Nepenthes atau kantong semar; hingga kelompok tumbuhan rumah seperti Araceae, Piperaceae, Begoniaceae, dan lainnya.
3. Bisnis perabotan rumah
Selain merawat tanaman, mendekorasi rumah juga jadi hobi baru sebagian orang untuk mengusir bosan saat social distancing. Menariknya, tren ini juga digandrungi kalangan muda seperti Gen Z yang suka mencari barang-barang estetik untuk menghias ruang pribadinya. Perabot untuk mendukung kerja di rumah atau work from home (WFH), pernak-pernik dekorasi, hingga alat dapur menjadi beberapa barang yang cukup banyak dicari.
Ekspor furnitur pun mencatat pertumbuhan yang cukup positif. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) melaporkan tahun 2020 ekspor furniture dan kerajinan menunjukkan tren yang positif yaitu naik menjadi USD 1,9 miliar dibanding periode tahun sebelumnya USD 1,7 miliar.
4. Jasa dan produk kesehatan
Menjaga kesehatan menjadi prioritas banyak orang di masa pandemi. Situasi ini pun diikuti dengan semakin tingginya permintaan terhadap produk kesehatan, mulai dari masker, hand sanitizer, produk antiseptik, hingga suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.
Dari data statistik BPS, permintaan terhadap produk kesehatan juga meningkat sebesar 17,99 persen. Selain produk untuk menjaga kesehatan di pandemi, layanan jasa seperti house cleaning service hingga jasa perawatan tubuh di rumah juga makin dilirik.
5. Jasa ekspedisi
Pandemi membuat banyak orang semakin mengandalkan layanan antar untuk memenuhi kebutuhannya tanpa perlu keluar rumah, mulai dari membeli makanan, berbelanja, hingga mengirim bingkisan. Alhasil, bisnis jasa pengiriman barang atau ekspedisi pun semakin menggeliat di tengah pandemi COVID-19.
Menggeliatnya bisnis tersebut tidak terlepas dari masyarakat yang saat ini mulai terbiasa belanja online. Dari hasil survei MarkPlus di 2020 menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan jasa kurir jika dibandingkan dengan sebelum pandemi diakui oleh 39 persen responden meningkat signifikan. Masyarakat yang menggunakan jasa kurir untuk mengirimkan barang yang dibeli dari e-commerce juga tercatat sebanyak 85,2 persen.
Itulah lima usaha yang mengalami peningkatan permintaan di masa pandemi. Namun, persaingan yang semakin ketat membuat pemilik usaha tak hanya harus terus berinovasi, tapi juga memiliki pengetahuan yang memadai mengenai cara implementasi strategi bisnis.
Selain itu, permasalahan modal juga harus dipikirkan matang-matang. Untuk menambah pemasukan agar modal bisa terus berputar, cara yang bisa dilakukan adalah melakukan investasi, salah satunya emas yang merupakan instrumen paling banyak digemari masyarakat Indonesia.
Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan investasi emas. Seperti nilainya yang cenderung stabil bahkan naik dari tahun ke tahun, tidak terpengaruh inflasi, hingga mudah dicairkan sewaktu membutuhkan dana cepat.
Tingginya minat masyarakat untuk membuka usaha, serta semakin meleknya dengan investasi menjadi salah satu latar belakang Pegadaian menghadirkan kembali Webinar Inspirasi Emas #PunyaRencana yang kali ini mengangkat tema “Penjualan Meningkat Dengan Strategi Bisnis Tepat”, Kamis, 27 Januari 2022, pukul 13.00-14.30 WIB di di Zoom dan Kaskus TV.
Bekerja sama dengan KASKUS, webinar yang bisa diikuti secara gratis ini dan akan mendatangkan narasumber ahli di bidangnya. Salah satunya Merry Riana yang dikenal sebagai seorang entrepreneur, investor, dan content creator; lalu ada Direktur Jaringan, Operasi, & Penjualan PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan. Dua narasumber ini akan mengupas habis tips dan strategi bisnis yang bisa diterapkan agar penjualan semakin meningkat.
Penasaran? Yuk, daftarkan diri Anda gratis di link berikut ini.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Pegadaian
