Bitcoin Cs Kasih Cuan Gede, Bikin Bursa Saham RI Sepi

Nilai transaksi harian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir atau tepatnya pada periode Maret-April 2021. Rata-rata nilai transaksi harian saat ini hanya mencapai Rp 9 triliun hingga Rp 10 triliun. Berbeda dengan periode Januari-Februari 2021 ketika rata-rata nilai transaksi harian bisa tembus hingga Rp 20 triliun.
Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengakui adanya penurunan nilai transaksi di pasar modal. Laksono mengatakan hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor salah satunya karena saat ini investasi mata uang kripto tengah naik daun. Namun, Laksono mengatakan dugaan tersebut belum tentu sepenuhnya benar karena tidak ada data konkret yang mendukung.
“Adanya kompetisi dari cryptocurrency. Mungkin, belum ada data konkret,” ujar Laksono kepada kumparan, Selasa (27/4).
Bitcoin cs memang santer disebut-sebut sebagai pemberat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa bulan terakhir. Sebenarnya tidak begitu heran masyarakat Indonesia bahkan dunia berbondong-bondong beralih ke investasi mata uang virtual. Sebab jenis investasi ini tengah naik daun.
Seperti diketahui pergerakan mata uang virtual cenderung sangat fluktuatif. Bitcoin Cs bisa mengalami kenaikan yang sangat signifikan dalam waktu super singkat sehingga bisa membuat seorang investor kaya mendadak dalam semalam. Contohnya seperti Duwi A (27 tahun) yang ketiban cuan dalam semalam. Keisengan pengemudi ojek online itu mencoba peruntungan berinvestasi di aset uang kripto mendatangkan cuan puluhan juta. Ia membeli salah satu jenis kripto pada akhir Maret lalu.
"Puncaknya yang saya kaget itu Maret, saya 27 Maret beli koin LGOLD di harga Rp 750 ribu. Koin LGOLD itu kan harganya menyesuaikan harga emas, saya beli dengan modal Rp 2 juta, cari aman lah ya makanya beli LGOLD," cerita Duwi kepada kumparan, Jumat (2/4).
Tak dinyana, hanya sehari berselang ia mendapati harga koin tersebut melesat di angka Rp 200 juta sampai Rp 250 juta. Penasaran, lulusan perguruan tinggi di Yogyakarta itu pun langsung mengecek nilai investasinya. Duwi pun kaget lantaran nilai koin LGOLD yang ia investasikan sehari sebelumnya, melonjak di atas Rp 40 juta.
Cerita serupa juga dialami Nungki, salah seorang investor Dogecoin. Ia mengaku awalnya membeli uang kripto itu hanya untuk iseng semata. Ia melihat pergerakan Bitcoin yang terus melesat, sehingga sejak awal tahun iseng-iseng mencoba peruntungan di uang kripto yang membutuhkan modal awal rendah itu. Ia sempat masuk di Dogecoin pada level harga Rp 300, kemudian menambah koleksinya hingga berada pada average harga Rp 441. Pada hari Jumat (16/4), harga Dogecoin menyentuh posisi Rp 5.400, kemudian turun lagi ke posisi Rp 3.900 pada hari Sabtu (17/4). Nungki mengaku sudah memperoleh gain alias cuan hingga 784 persen.
"Iseng aja karena ramai Bitcoin all time high di Rp 500 juta. Ada video youtube 7 tahun lalu yang viral karena dia beli Bitcoin di harga USD 1 jadi terinspirasi untuk investasi di cryptocurrency," kata Nungki kepada kumparan, Minggu (18/4).
Meski sudah cuan ratusan persen, wanita yang bekerja di perusahaan swasta ini tak ingin melepas koleksi uang kriptonya. Ia berencana menahannya minimal 1 tahun.
