Bos Boneka Barbie Pede Ekspor Mainan Tahun Depan Tetap Moncer
·waktu baca 2 menit

PT Mattel Indonesia (PTMI) optimistis pasar ekspor mainan Indonesia tahun depan masih menjanjikan, kendati 2023 disebut akan menjadi masa sulit bagi banyak negara karena ada ancaman resesi.
PTMI adalah anak usaha dari Mattel Inc., produsen mainan yang salah satunya memproduksi boneka Barbie. Vice President dan General Manager Produksi Barbie, Roy Tandean, menjelaskan PTMI saat ini berkontribusi lebih dari 35 persen total ekspor mainan Indonesia.
"Saya sendiri masih cukup optimistis melihat kondisi pasar. Saya juga paham ada tekanan makro ekonomi, tapi apa yang kami lihat sekarang, saya rasa masih cukup positif," kata Roy saat ditemui di Pabrik Mattel Indonesia di Cikarang, Kamis (8/12).
Seluruh produksi boneka Barbie yang diproduksi Mattel Indonesia diperuntukkan untuk pasar ekspor. Kandungan komponen lokal produk yang dibuat mencapai 65-70 persen. Roy mengatakan, pihaknya tidak kesulitan dalam mendapatkan bahan baku boneka Barbie.
Sementara, pasar terbesar penjualan Barbie ini adalah Amerika. Kendati negara Adidaya itu disebut akan resesi 2023 nanti, Roy masih optimis industri mainan akan tetap menunjukkan kinerja apik.
"Industri mainan itu menurut saya salah satu industri yang resilience, tahan banting terhadap gejolak ekonomi meski 2 tahun kemarin ada banyak sekali tantangan COVID-19 di mana-mana industri mainan tetap bagus," ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya dalam menghadapi gejolak yang diprediksi terjadi tahun depan, melakukan transformasi digital 4.0. Pihaknya juga berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian untuk menambah teknologi untuk produktivitas yang lebih efisien.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti sejumlah tantangan yang akan terjadi pada tahun 2023. Selain pangan dan keuangan, Jokowi juga melihat adanya tantangan ekspor.
"Sekali lagi kita harus tetap hati-hati dan waspada, yang berkaitan dengan krisis keuangan, ekspor yang menurun, kemungkinan ekspor yang menurun, kemudian juga krisis pangan, hati-hati mengenai ini," kata Jokowi.
