Bos BSI Cari Investor Asing Usai BNI dan BRI Lepas Kepemilikan Saham
ยทwaktu baca 2 menit

PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan melepas kepemilikan sahamnya atau divestasi saham di PT Bank Syariah Indonesia (BSI).
Saat ini, kepemilikan saham BSI mayoritas dipegang PT Bank Mandiri (Persero) dengan porsi 51,47 persen, lalu diikuti oleh BNI yang memiliki saham 23,2 persen di BSI, lalu BRI mempunyai porsi saham 15,38 persen.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menjelaskan Kementerian BUMN sudah memutuskan bahwa BRI akan mendivestasi sahamnya di BSI.
"Oleh Kementerian BUMN tahun ini sudah diputuskan bahwa mungkin BRI akan di-divest dan sebagian juga dari BNI mungkin akan di-divest," ungkapnya saat acara Ngopi BUMN, Kamis (22/6).
Hery melanjutkan, tujuan divestasi saham kedua bank pelat merah ini agar BSI mendapatkan mitra strategis lain yang sesuai dengan perkembangan bisnis. Meski begitu, dia memastikan belum ada keputusan apa pun terkait investor mana saja yang akan masuk.
"Tujuannya mencari strategic investor yang matching sama bisnisnya dan sinergi BSI, tentunya negara ini adalah middle east yang ada," ujarnya.
Dia mencontohkan, jika BSI mampu menggandeng investor dari Arab Saudi, perseroan akan lebih mudah membuka kantor cabang di Makkah, Madinah, maupun Riyadh untuk melayani kebutuhan nasabah selama ibadah haji.
"Ini akan memberikan value added atau nilai tambah yang lebih besar bagi BSI untuk mengurusi jemaah haji yang 200 ribu lebih yang umrah lebih dari 1 juta setiap tahun, itu butuh bank lokal di sana juga, saat ini tidak mudah," terangnya.
Selain itu, lanjut Hery, mitra strategis ini juga diperlukan misalnya memanfaatkan alih teknologi yang lebih maju untuk meningkatkan akses ke pasar keuangan.
"Kalau itu bisa dijalankan lebih baik, ini adalah peran pemegang saham nanti mencari strategic investor yang tepat bagi menjadi partner BSI sehingga memberikan value creation yang lebih optimal," pungkas dia.
