Kumparan Logo

Boy dan Erick Thohir Kenang Sang Ayah: Kerja Keras dan Rendah Hati

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Boy Thohir (ketiga dari kiri) dan Erick Thohir (keempat dari kiri) di acara Haul ke-3 Mochamad Thohir. Foto: Michael/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Boy Thohir (ketiga dari kiri) dan Erick Thohir (keempat dari kiri) di acara Haul ke-3 Mochamad Thohir. Foto: Michael/kumparan

Dua bersaudara pengusaha kondang, Garibaldi 'Boy' Thohir dan Erick Thohir, menggelar acara Haul ke-3 almarhum H Mochamad Thohir di Masjid At-Thohir, Tanjung, Kalimantan Selatan pada Rabu (13/3). 

Acara ini dihadiri oleh KH Asmuni (Abah Guru Danau), KH Abdul Hamid, alim ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat. Haul digelar sebagai wujud bakti Boy dan Erick Thohir kepada almarhum ayahandanya yang meninggal pada 2016.

Erick mengaku mengidolakan sang ayah yang sudah merantau sejak usia 10 tahun demi menggapai cita-cita. Dari Lampung, Mochamad 'Teddy' Thohir pergi dari kampung halamannya sendirian untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. 

Erick Thohir di acara Haul ke-3 Mochamad Thohir. Foto: Michael/kumparan

Dengan kerja keras, Mochamad Thohir berhasil lulus perguruan tinggi dan bekerja di perusahaan-perusahaan ternama, salah satunya Astra. Meniti karier dari bawah, Mochamad Thohir menjadi pengusaha sukses setelah mendirikan PT Trinugraha Thohir (TNT Group).

"Pasti semua orang punya figur idola. Kadang figur idola itu adalah orang tua kita. Demikian juga saya. Bayangkan Pak Mochamad Thohir itu merantau dari umur 10 tahun. Lahirnya di Gunung Sugih, Lampung. Tidak ada SMP, jadi dia memberanikan diri. Enggak terbayang anak umur 10 tahun di zaman Jepang. Alhamdulillah sampai ke Bandar Lampung, dengan segala cara survive, lalu ke Jawa untuk masuk SMA dan kuliah. Akhirnya masuk ke grupnya Eveready, lalu ke Astra," kata Erick saat ditemui di Masjid At-Thohir, Tabalong, Rabu (13/3).

Suasana Haul ke-3 Mochamad Thohir. Foto: Michael/kumparan

Dari sang ayah, Erick belajar soal kerja keras memanfaatkan kesempatan yang ada.

"Beliau itu mengajarkan ke kita agar kalau diberi kesempatan, kerjakan sebaik-baiknya. Manfaatkan kesempatan. Berbuat yang terbaik. Itu yang saya pakai juga sampai hari ini," ujarnya.

Mochamad Thohir juga mengajarkan anak-anaknya agar selalu menjaga nama baik keluarga.

"Perjalanan hidup beliau, beliau berpegang teguh menjaga nama baik, uang bukan segalanya, itu yang terus beliau ajarkan ke kita," ucap Erick.

Erick Thohir, Presiden Inter Milan. Foto: Getty Images

Di mata mantan Presiden Inter Milan ini, sang ayah meski sibuk namun tetap sangat perhatian kepada anak-anaknya.

"Hal kecil sebenarnya. Beliau itu kalau pulang kantor pasti teriak-teriak nyari anaknya. Manggil. Hal itu membuat kita sebagai anak merasa bermakna. Saya melakukan hal yang sama. Kalau pulang, jam berapa pun saya ke kamar anak saya," tuturnya.

Sang kakak, Boy Thohir, punya kenangan serupa. Selain ayah yang baik, menurut Boy, Mochamad Thohir juga pribadi rendah hati.

"Saya melihat beliau itu bukan saja sebagai ayah tapi juga kakak, sahabat. Cara beliau mendidik kami anak-anaknya sangat bijak. Figur ayah yang hampir sempurna. Beliau sangat ramah, bersahaja, enggak pernah sombong, enggak pernah marah-marah," kata Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk ini.

Dari ayahnya, Boy dan Erick mendapat pesan agar selalu berupaya memberi manfaat besar untuk masyarakat.

Cerita di Balik Nama Pengusaha Garibaldi Thohir

Boy Thohir, bercerita soal asal-usul namanya saat mengenang sang ayah, Mochamad Thohir.

Kakak dari Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir ini mengungkapkan bahwa nama depannya diambil dari nama pahlawan nasional Italia, Giuseppe Garibaldi.

Boy Thohir di acara Haul ke-3 Mochamad Thohir. Foto: Michael/kumparan

Mochamad Thohir punya alasan khusus di balik pemilihan nama itu. Ia ingin Boy menjadi orang yang sukses dan dapat membantu banyak orang.

"Kelihatan dari pemilihan nama saja. Nama saya kan Garibaldi. Garibaldi itu pahlawan Italia. Cerita beliau, Garibaldi itu kayak Robin Hood. Jadi beliau ingin saya bisa sukses tapi membantu rakyat kecil. Dapat banyak uang tapi membantu banyak orang," kata Boy.

Suasana Haul ke-3 Mochamad Thohir. Foto: Michael/kumparan