Boy Thohir: Bisnis Adaro Tak Terdampak Corona

Pandemi virus corona (COVID-19) telah memukul seluruh sektor perekonomian. Ada sektor industri yang mengalami dampak cukup signifikan. Namun ada juga beberapa di antaranya yang masih bisa bertahan meskipun kondisinya menantang.
CEO PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mengaku bahwa perusahaan yang dipimpinnya merupakan salah satu sektor industri yang tidak terlalu terdampak adanya pandemi ini.
Bahkan dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Boy mengatakan bisnis Adaro tetap bisa berjalan karena pertambangan termasuk dalam sektor bisnis yang dikecualikan.Boy mengklaim penjualan Adaro hingga kuartal I 2020 masih sesuai target.
“Adaro sendiri kami harus bersyukur paling tidak kondisi seperti ini penjualan, operasional masih berjalan dengan baik,” ungkap Boy dalam konferensi pers virtual, Selasa (12/5).
Boy mengatakan di tengah kondisi pandemi, dirinya justru bisa menilai bahwa strategi yang diterapkan oleh Adaro selama ini ternyata cukup tepat. Salah satunya dalam hal penjualan. Adaro tidak tergantung pada satu pasar tertentu. Pembeli batu bara Adaro tersebar di seluruh dunia. Boy mencontohkan, salah satu customer Adaro adalah India. Sayangnya, beberapa waktu lalu India menerapkan lockdown sehingga penjualan ke negara tersebut terganggu.
Namun porsi penjualan ke India tidak dominan, hanya berkisar 13 persen dari keseluruhan penjualan Adaro. Begitu juga dengan China yang aksesnya sempat terhambat. Adapun porsi penjualan Adaro ke China tercatat sebesar 15 persen. Menurut Boy, tersendatnya penjualan ke kedua negara tersebut tak terlalu jadi masalah. Sebab Adaro bisa mengalihkan penjualan ke negara lain.
“Ya kembali kita bersyukur karena kita punya customer bluechip dan tersebar di seluruh dunia. Kita enggak tergantung satu market. Memang terakhir ini India lockdown sehingga ada penurunan di pasar India. Tapi karena market Adaro tersebar, jadi masih bisa mengalihkan,” ujarnya.
Dengan strategi tersebut, Boy mengklaim, penjualan Adaro pada kuartal I 2020 masih positif. Demikian pula dengan produksi yang disebut masih sesuai rencana. Sayangnya Boy enggan merinci jumlah penjualan pada kuartal I 2020.
“Produksi dan penjualan kuartal I masih oke. Nanti satu atau dua minggu ke depan akan dirilis angkanya,” ujar Boy.
Dengan performa yang masih positif, Boy juga memastikan tidak ada PHK yang terjadi di Adaro. Bahkan gaji serta THR bakal dibayar full. “Saya selalu bilang ke karyawan saya bersyukur banget sampe saat ini masih berjalan baik. Operasional masih jalan baik. Enggak ada PHK, THR masih jalan. Gaji masih full,” tandasnya.
Tahun ini Adaro mematok target produksi batu bara sekitar 54-58 juta ton. Target tersebut sedikit melampaui target tahun 2019 yang ada di kisaran 54 juta-56 juta ton. Sedangkan realisasi produksi batubara ADRO sepanjang 2019 mencapai 58,03 juta ton alias tumbuh 7,38 persen (yoy) dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 54,04 juta ton.
****
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona
