BPJS Keliling Sambangi Pangalengan, Layani Warga yang Kesulitan Akses Layanan

BPJS Kesehatan menghadirkan layanan “BPJS Keliling” di Desa Warnasari Pangalengan, Jawa Barat, pada Kamis (17/9) untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Layanan ini menyasar warga yang membutuhkan pelayanan administrasi kepesertaan tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Maruf, mengatakan layanan keliling ini dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang tinggal cukup jauh dari kantor BPJS Kesehatan. Sebab, kantor BPJS Kesehatan umumnya berada di pusat kota atau kabupaten.
“Makanya masyarakat dikasih pengumuman sebelumnya, nanti tanggal sekian BPJS akan hadir, dari misalkan kita bikin target 50 (peserta), biasanya selalu berlebih dan itu baik,” kata Iqbal kepada awak media di Puskesmas Warnasari Pangalengan, Jawa Barat, Kamis (17/9).
Iqbal mengatakan, meski masyarakat sudah bisa mengakses layanan melalui WhatsApp, layanan Care Center 165 maupun Mobile JKN, kebutuhan pelayanan secara tatap muka masih cukup tinggi. Terutama bagi masyarakat yang ingin memastikan langsung status kepesertaan maupun pembayaran iuran.
“Tapi kalau bisa dicek langsung, kan, bisa, meskipun bisa dilakukan punya HP, kan, bisa pakai Mobile JKN, lebih terstruktur,” ucap Iqbal.
Sementara itu, Staf Frontliner BPJS Keliling Warnasari, Annisa, mengatakan pelayanan yang tersedia meliputi perubahan data, penambahan atau pengurangan anggota keluarga, perubahan fasilitas kesehatan dan kelas perawatan, hingga pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Sebetulnya bisa lewat WhatsApp atau Mobile JKN untuk pendaftarannya. Tapi memang untuk masyarakat sendiri banyak yang misalnya lebih ingin informasi lebih rata-rata seperti muka langsung,” ujar Annisa dalam kesempatan yang sama.
Ia menambahkan, sebagian masyarakat khususnya warga lanjut usia masih mengalami kendala dalam menggunakan layanan berbasis teknologi. Karena itu, pelayanan secara langsung masih dibutuhkan.
Annisa menjelaskan, BPJS Keliling biasanya mulai melayani warga sekitar pukul 08.00 atau 08.30 WIB hingga 12.30 WIB, tergantung jarak lokasi.
“Jadi setiap ada jadwalnya, dia di-share di Instagram BPJS Kesehatan atau diinformasi yang terkoneksi sama kantor BPJS,” lanjut Annisa.
Salah satu warga, Feri (23), mengatakan keberadaan BPJS Keliling memudahkannya karena tidak perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan yang lokasinya lebih jauh. Ia juga memilih memastikan kepesertaannya sebagai persiapan jika sewaktu-waktu membutuhkan layanan kesehatan.
“Alhamdulillah termudahkan, aman. Jadi nggak harus ke kantor (BPJS),” kata Feri kepada kumparan.
Feri mengatakan saat ini dalam kondisi sehat, tetapi tetap mendaftar BPJS Kesehatan sebagai persiapan jika sewaktu-waktu membutuhkan layanan kesehatan.
“Kan, ada BPJS mah gampang lah gitu, nggak usah ribet bayar sendiri. Itu, kan, lumayan mahal juga, kan, kalau berobat sendiri gitu,” kata Feri.
Warga lainnya, Iis (47), datang ke BPJS Keliling untuk memperbaiki data tanggal lahir pada kepesertaan BPJS Kesehatan. “Buat benerin BPJS. Ini ada kesalahan dari lama sama tanggal lahir,” ujar Iis.
Kata Iis, ia mengetahui informasi mengenai layanan BPJS Keliling dari ketua RW yang membagikannya melalui grup WhatsApp.
BPJS Keliling merupakan layanan jemput bola BPJS Kesehatan untuk mendekatkan pelayanan administrasi kepesertaan kepada masyarakat. Layanan ini hadir di sejumlah lokasi, termasuk puskesmas, sehingga peserta tidak perlu selalu datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Sejumlah layanan administrasi dapat dilakukan melalui BPJS Keliling, mulai dari pendaftaran peserta baru, penambahan atau pengurangan anggota keluarga, perubahan fasilitas kesehatan dan kelas rawat, hingga perubahan identitas dan data kepesertaan.
Selain layanan administrasi, peserta juga dapat memperoleh informasi dan penanganan terkait kepesertaan serta melakukan pembayaran iuran. Layanan ini juga mencakup pengaktifan atau perubahan data kepesertaan, termasuk bagi peserta yang membutuhkan pembaruan informasi dalam kepesertaannya.
