BPJT Pastikan Tol Sumatera yang Terdampak Bencana Berfungsi Lagi Sebelum Nataru

2 Desember 2025 16:43 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BPJT Pastikan Tol Sumatera yang Terdampak Bencana Berfungsi Lagi Sebelum Nataru
BPJT memastikan sejumlah ruas tol di Sumatera yang rusak akibat banjir dan longsor bisa kembali digunakan sebelum 16 Desember 2025.
kumparanBISNIS
Petugas dengan menggunakan alat berat melakukan perbaikan cepat Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang terdampak imbas bencana banjir di Medan.  Foto: Aji Cakti/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Petugas dengan menggunakan alat berat melakukan perbaikan cepat Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang terdampak imbas bencana banjir di Medan. Foto: Aji Cakti/ANTARA
ADVERTISEMENT
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan sejumlah ruas tol di Sumatera yang rusak akibat banjir dan longsor bisa kembali digunakan sebelum 16 Desember 2025. Target ini dikejar karena pada tanggal tersebut mulai masuk masa arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
ADVERTISEMENT
Kepala BPJT, Wilan Oktavian, mengaku sudah berkoordinasi dengan Asosiasi Tol Indonesia (ATI) dan seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memastikan pelayanan jalan tol selama Nataru berjalan optimal. Menurut dia, peningkatan layanan akan dilakukan seperti tahun sebelumnya.
"Kita sudah berkoneksi dengan ATI dan BUJT itu bagaimana menyiapkan jalan tol bahwa nanti layanannya semua ditingkatkan seperti tahun sebelumnya," ujar Wilan ketika ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (2/12).
Wilan mengungkapkan ada lima ruas jalan tol yang terdampak bencana di wilayah Sumatera, termasuk satu titik yang terputus di ruas Medan-Kualanamu-Bukittinggi. Tim BPJT pun sudah turun ke lokasi untuk mempercepat perbaikan.
"Kemarin teman-teman kita sudah koordinasi dan tim BPJT juga sudah ke lapangan kemarin. InsyaAllah nanti yang terputus-terputus bisa difungsikan lagi sebelum tanggal 16," katanya.
ADVERTISEMENT
Dia menjelaskan proses perbaikan sempat terkendala pasokan material dan bahan bakar. Namun jika kedua kebutuhan tersebut lancar, dia optimistis seluruh ruas yang terganggu bisa kembali beroperasi sesuai target.
"Mudah-mudahan BBM nya lancar, jadi kalau itu nggak kendala InsyaAllah tanggal 16. Jadi semua yang terganggu itu kita targetkan sebelum tanggal 16 Desember karena masa Nataru kan 16 (Desember 2025)-4 Januari (2026)," ungkap Wilan.
Sementara mengenai kemungkinan perpanjangan diskon tarif tol hingga libur Idul Fitri, Wilan menegaskan belum ada keputusan. Diskon yang telah disepakati BUJT saat ini hanya berlaku pada tanggal 22, 23, dan 31 Desember.
Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang terdampak imbas bencana banjir di Medan. Foto: Jasamarga/HO/Antara
Menurut dia, pembahasan terkait periode Lebaran masih akan dilakukan kemudian karena BUJT harus meminta persetujuan dari pemegang saham.
ADVERTISEMENT
Dia mengatakan pada periode Nataru tahun ini total 26 ruas tol sudah memberikan diskon mencakup tol Trans Sumatera, Trans Jawa dari Jakarta hingga Semarang, serta beberapa ruas di Jawa Barat seperti Cisumdawu.
Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menjelaskan kondisi kerusakan infrastruktur di Aceh yang cukup parah akibat banjir dan longsor. Banyak jembatan yang ambruk karena dihantam arus deras dan batang pohon.
"Memang jembatan banyak yang putus, banyak yang terkena batang-batang pohon dan sebagainya. Akhirnya ambruk lah ya. Ketika ambruk, berarti kan jalannya itu kan memang enggak bisa dilalui,' kata Diana dalam kesempatan yang sama.
Ia menyebut telah meninjau langsung kondisi lapangan, termasuk empat jembatan roboh di Kutacane. Pemerintah kini sedang mengidentifikasi kerusakan secara menyeluruh.
ADVERTISEMENT
"Sekarang kita lagi identifikasi," ujarnya.
Meski banyak jembatan merupakan aset pemerintah daerah, penanganannya tetap akan dilakukan oleh pemerintah pusat karena menyangkut kondisi darurat bencana.
"Tapi sebagian besar, bukan miliknya nasional, itu miliknya daerah. Tapi kita tidak melihat daerah maupun pusat karena ini bencana, ya kita akan tangani," tuturnya.