BPS: 13,98 Juta Wisman Berkunjung ke RI hingga November 2025
·waktu baca 3 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara kumulatif mencapai 13,98 juta kunjungan per November 2025, tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa pada November 2025 jumlah kunjungan wisman secara bulanan memang mengalami koreksi, namun secara tahunan tetap tumbuh.
“Pada November 2025 kunjungan wisman melalui pintu masuk utama sebanyak 1.17.341 kunjungan, sementara wisman yang masuk melalui pintu masuk perbatasan sebanyak 181.666 kunjungan. Dengan demikian secara total jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,20 juta atau turun 11,12 persen secara bulanan, tetapi secara tahunan naik 9,79 persen,” kata Pudji dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (5/1).
Secara kumulatif, performa pariwisata internasional Indonesia sepanjang Januari–November 2025 jauh lebih kuat dibanding tahun sebelumnya. Pudji menegaskan, “Kemudian secara kumulatif sepanjang Januari hingga November 2025 total kunjungan wisman mencapai 13,98 juta kunjungan atau meningkat 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Capaian kunjungan wisman Januari hingga November 2025 ini merupakan capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir,” imbuhnya.
Dari sisi kebangsaan, wisatawan asal Malaysia masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 17,3 persen, disusul Australia 11,3 persen dan Singapura 10,5 persen. Secara bulanan, kunjungan dari Malaysia dan Australia mengalami penurunan dibanding Oktober 2025, sementara Singapura justru meningkat. Namun jika dibandingkan November 2024, kunjungan dari ketiga negara utama tersebut tercatat meningkat.
Berdasarkan pintu masuk, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, masih menjadi gerbang utama wisman, terutama wisatawan asal Australia. Meski demikian, secara bulanan terjadi penurunan jumlah kunjungan melalui bandara tersebut yang dipengaruhi berkurangnya wisman dari Australia, India, dan China.
Tak hanya wisman, pergerakan wisatawan domestik juga menunjukkan performa kuat. Pada November 2025, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 96,45 juta perjalanan, tumbuh tipis secara bulanan dan melonjak signifikan secara tahunan. Secara kumulatif Januari–November 2025, perjalanan wisnus menembus 1,09 miliar perjalanan, melampaui total perjalanan wisnus sepanjang 2024.
Sementara itu, perjalanan orang Indonesia ke luar negeri juga meningkat. Pada November 2025 tercatat 794.733 perjalanan, tumbuh baik secara bulanan maupun tahunan. Secara kumulatif, perjalanan ke luar negeri selama Januari–November 2025 mencapai 8,34 juta perjalanan, naik dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel
Sejalan dengan geliat pariwisata, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel juga menunjukkan perbaikan secara bulanan. Pada November 2025, TPK hotel klasifikasi bintang mencapai 53,89 persen, naik 1,05 persen poin dibanding Oktober 2025, meski masih turun 1,07 persen poin secara tahunan.
TPK hotel bintang tertinggi tercatat di Provinsi Papua Selatan sebesar 63,31 persen. Capaian ini antara lain didorong oleh penyelenggaraan pekan olahraga provinsi yang meningkatkan okupansi hotel. Secara umum, mayoritas provinsi mengalami kenaikan TPK pada November 2025 dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun masih ada 10 provinsi yang mencatatkan penurunan. Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan kenaikan TPK tertinggi secara bulanan, yakni melonjak 12,10 persen poin.
Perkembangan Transportasi
Dari sisi transportasi, BPS mencatat dinamika yang berbeda antara tren bulanan dan tahunan. Pada November 2025, jumlah penumpang di seluruh moda transportasi mengalami penurunan secara bulanan. Kondisi ini dipengaruhi tidak adanya hari libur nasional, sehingga mobilitas masyarakat relatif menurun.
Namun secara tahunan, jumlah penumpang seluruh moda transportasi justru meningkat. Kenaikan tertinggi terjadi pada angkutan kereta api yang tumbuh 11,10 persen secara year on year, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi massal tersebut.
Untuk angkutan barang, secara bulanan terjadi peningkatan pada angkutan laut domestik sebesar 3,58 persen dibanding Oktober 2025, sementara angkutan udara domestik dan kereta api mengalami penurunan. Secara tahunan, angkutan laut domestik dan kereta api sama-sama tumbuh, dengan pertumbuhan tertinggi pada angkutan laut domestik yang melonjak 16,49 persen dibanding November 2024.
