Kumparan Logo

BPS Bakal Gunakan Blockchain untuk Olah Data Penduduk

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Blockchain. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Blockchain. Foto: Shutter Stock

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, mengatakan pihaknya akan menggunakan teknologi blockchain untuk mengolah data penduduk Indonesia.

"Kami akan menggunakan blockchain supaya akurasi data akuntabilitas data, sejarah data, bisa dicatat dengan baik. Jadi ini adalah sekaligus merupakan tugas BPS dalam perpres 132 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional," kata Margo dalam konferensi pers di Menara Danareksa, Senin (30/1).

Menurut Margo, penggunaan blockchain sebagai tempat penyimpanan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) merupakan bagian dari reformasi data statistik BPS.

"Penguatan di hulu berupa perbaikan sistem dan manajemen internal. Selain itu, BPS juga mendukung penyelesaian isu-isu prioritas pemerintah sebagai bentuk dukungan di hilir," terang Margo.

Margo menilai Regsosek merupakan platform yang mampu memutakhirkan seluruh data dari berbagai desa. Untuk itu, pihaknya berjanji melakukan pemutakhiran secara berkala dalam sebuah sistem infrastruktur statistik yang terintegrasi.

Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: BPS

"Di dalam platform ini, tidak hanya tersedia informasi tentang individu dan keluarga, tetapi juga informasi tentang profil wilayah serta ketersediaan infrastruktur bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkap Margo.

Melalui reformasi tersebut, Margo berharap data yang dihasilkan BPS semakin komprehensif. Sehingga pemerintah dapat melakukan analisis mendalam terkait dampak dan rekomendasi kebijakan.

"Seperti kebijakan peningkatan kesejahteraan melalui bantuan sosial dan pemberdayaan, peningkatan UMKM, penurunan stunting, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan lain sesuai dengan kewenangannya," ujarnya.