Kumparan Logo

BPS Evaluasi DTSEN agar Pemetaan Desil Masyarakat Makin Akurat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gedung BPS. Foto: Wella Eriska/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gedung BPS. Foto: Wella Eriska/Shutterstock

Badan Pusat Statistik (BPS) terus mengevaluasi metodologi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meningkatkan akurasi pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS, Setia Pramana, mengatakan pemetaan desil saat ini masih menggunakan pendekatan pengeluaran. Hal ini karena BPS belum memiliki data pendapatan yang lengkap untuk menggambarkan kondisi ekonomi setiap rumah tangga.

“Ya, saat ini kita BPS belum punya data yang lengkap untuk menggambarkan kondisi ekonomi BPS,” ujarnya dalam konferensi pers di Politeknik STIS, Jumat (11/9).

Setia menjelaskan keterbatasan data tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki dalam pengembangan metodologi DTSEN. BPS berencana menggabungkan sejumlah sumber data dari kementerian dan lembaga untuk melengkapi informasi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Sumber data tersebut antara lain berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos), PLN, hingga data penggunaan pulsa. Penggabungan berbagai data diharapkan dapat membuat pemetaan kondisi masyarakat lebih akurat.

“Ini bisa dilakukan nanti akan digabungkan antara beberapa data-data yang sudah ada, bisa jadi data-data itu ada di kita atau nanti ada di Kemensos, itu bisa digabungkan kalau data-data itu sudah ada, jauh lebih akurat,” katanya.

BPS Sensus Ekonomi 2026. Foto: Dok. BPS

Setia mengatakan evaluasi metodologi DTSEN dilakukan secara berkelanjutan, termasuk untuk meningkatkan akurasi dalam menentukan peringkat atau desil kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Jadi tidak hanya bicara data tapi di dalamnya ada metodologi yang kuat, metodologi yang firm, dan metodologi tadi tentunya ini menjadi bahan penting buat kita untuk selalu, untuk terus untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Evaluasi dilakukan terhadap kualitas data, metodologi, hingga penerapannya di lapangan. BPS bersama Kemensos juga tengah mengembangkan mekanisme agar masyarakat dapat memperbarui data sosial ekonominya dengan lebih mudah.

Selain itu, BPS terus meningkatkan kualitas metode Proxy Means Test (PMT) dalam proses pemodelan dan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

instagram embed