BPS: Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2019 Sentuh Level Tertinggi

17 Oktober 2019 14:01
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kiri) dan Kepala BPS Suhariyanto (kedua kanan) dalam konferensi pers Indeks Kepuasan jemaah haji Indonesia di Kantor BPS, Kamis (17/10/2019). Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kiri) dan Kepala BPS Suhariyanto (kedua kanan) dalam konferensi pers Indeks Kepuasan jemaah haji Indonesia di Kantor BPS, Kamis (17/10/2019). Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun 2019. Dari hasil survei, pada penyelanggaraan haji tahun 2019, indeks kepuasan ibadah haji mencapai skor 85,91 poin atau masuk kategori sangat memuaskan.
ADVERTISEMENT
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,68 persen dari tahun 2018.
"Hasil survei kepuasan pada 2019 adalah 85,91 poin. Apresiasi saya kepada Pak Menteri dan jajarannya, meningkat 0,68 dibandingkan 2018. Ini capaian luar biasa," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers IKJHI di Kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).
Suhariyanto menambahkan, hasil ini merupakan yang tertinggi sejak survei IKJHI pertama kali diadakan pada tahun 2010.
"Survei sejak tahun 2010-2019, sebelum tahun 2014 itu nilainya fluktuatif. (Tahun) ini yang tertinggi sejak 2010," tambah Suhariyanto.
Masjidil Haram Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Masjidil Haram Foto: pixabay.com
Berdasarkan data yang dipaparkan, pada tahun 2010, IKJHI mendapat skor 81,45. Tahun 2011 83,31, tahun 2012 turun menjadi 81,32. Di tahun 2013, IKJHI naik kembali menjadi 82,69 dan tahun 2014 turun menjadi 81,52.
ADVERTISEMENT
Sejak tahun 2015, IKJHI terus mengalami tren kenaikan. Yakni berturut-turut dari 82,67; 83,3; 84,85; 85,23 dan 85,91.
Suhariyanto mengungkapkan, survei dilakukan terhadap 14.400 koresponden dari total 231.000 jemaah haji. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi.
"Ada 7 jenis layanan yang kita nilai, pelayanan petugas haji, pelayanan ibadah, transportasi, kesehatan, akomodasi, katering, dan lainnya. Penilaian kita gunakan skor 1-5. Tidak puas 1, sangat puas 5," ungkap Suhariyanto.
Jemaah melaksanakan tawaf terakhir dalam rangkaian haji (Tawaf al-Wadaa) mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. Foto: AFP/Abdel Ghani BASHIR
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah melaksanakan tawaf terakhir dalam rangkaian haji (Tawaf al-Wadaa) mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. Foto: AFP/Abdel Ghani BASHIR
Dari hasil survei, indeks kepuasan tertinggi terdapat pada pelayanan transportasi bus shalawat, yakni sebesar 88,05. Kemudian berturut-turut adalah pelayanan ibadah 87,77, pelayanan katering non-Armuzna 87;72, serta pelayanan petugas 87,66.
"Lalu berikutnya pelayanan bus antar kota 87,35, pelayanan akomodasi hotel 87,21, pelayanan lain-lain 85,41, pelayanan katering di Armuzna 84,48, pelayanan transportasi bus Armuzna 80,37, dan pelayanan tenda di Armuzna 76,92," paparnya.
ADVERTISEMENT
Terlepas dari hasil survei yang masuk kategori sangat memuaskan, Suhariyanto menyebut, masih ada saran dan masukan dari jemaah terkait pelayanan ibadah haji.
"(Meminta) Optimalisasi peran petugas ibadah dalam memberikan ibadah manasik. Lalu yang kedua meningkatkan sinergitas antara pembimbing ibadah dengan KBIH, serta materi bimbingan seyogyanya memasukkan pola manajemen ibadah," pungkas Suhariyanto.