BPS: Industri Pengolahan Tumbuh 5,04 Persen, Sumbang Kontribusi Terbesar ke PDB
·waktu baca 2 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026. Selain itu, sektor ini juga memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB).
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan industri pengolahan menyumbang 19,07 persen terhadap total PDB. Selain itu, sektor ini juga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan andil mencapai 1,03 persen basis poin.
“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan I 2026 lapangan usaha industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 1,03 persen basis point,” kata Amalia dalam konferensi pers Selasa (5/5).
BPS mencatat pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh peningkatan permintaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Beberapa subsektor yang mencatat kinerja positif antara lain industri makanan dan minuman yang tumbuh 7,04 persen seiring meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, serta naiknya produksi beras dan permintaan ekspor CPO dan CPKO.
Selain itu, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh 10,35 persen didorong oleh meningkatnya permintaan global terhadap komponen elektronik dan baterai. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga tumbuh 7,41 persen seiring meningkatnya kebutuhan domestik dan ekspor.
Meski demikian, beberapa subsektor masih mengalami kontraksi. Industri pengolahan tembakau tercatat turun 4,05 persen, diikuti industri karet dan barang dari karet serta plastik yang terkontraksi 9,01 persen akibat penurunan bahan baku karet alam.
“Karena memang sejalan dengan penurunan bahan baku karet alam juga industri alat angkutan mengalami penurunan,” jelasnya.
Selain industri pengolahan, sektor lain yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB adalah perdagangan sebesar 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, dan pertambangan 8,69 persen. Kelima sektor tersebut secara total menyumbang sekitar 63,52 persen terhadap perekonomian nasional.
Dari sisi pertumbuhan, sektor perdagangan tumbuh 6,26 persen yoy dengan andil 0,82 persen basis poin. Sementara itu, sektor pertanian tumbuh 4,97 persen dengan kontribusi pertumbuhan 0,55 persen, dan konstruksi tumbuh 5,49 persen dengan andil 0,53 persen.
