Kumparan Logo

BPS: Inflasi Maret 2026 Capai 0,41 Persen, Didorong Harga Ikan Segar hingga BBM

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 menunjukkan inflasi sebesar 0,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahun ke tahun menunjukkan tingkat inflasi sebesar 3,48 persen (yoy).

"Pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 0,41 persen secara bulanan atau month to month, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 110,57 pada Februari 2026 menjadi 110,95 pada Maret 2026,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Rabu (1/4).

Ateng menjelaskan, secara tahun kalender (ytd), inflasi pada Maret 2026 mencapai 0,94 persen. Kelompok pengeluaran terbesar yakni makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,07 persen dengan andil 0,32 persen.

Komoditas dominan pada kelompok tersebut yaitu ikan segar 0,06 persen, daging ayam ras 0,06 persen, beras 0,03 persen, dan telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, dan daging sapi dengan andil masing-masing 0,02 persen.

"Komoditas lain yakni bensin terutama dengan andil 0,04 persen, dan tarif angkutan antar kota ini justru memberikan andil inflasi 0,03 persen," ungkapnya.

Ilustrasi ikan di pasar. Foto: savitskaya iryna/Shutterstock

Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,31 persen, dengan andil inflasi 0,06 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah bensin, tarif angkutan antarkota, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Kemudian, komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,58 persen, dengan andil inflasi 0,27 persen dan komoditas penyumbang adalah daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit dan daging sapi. Sementara komponen inti mengalami inflasi 0,13 persen dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen.

Secara keseluruhan, dari 38 provinsi saat ini, ada 34 provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sementara 4 provinsi mengalami deflasi secara bulanan. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 2,57 persen. Sementara deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,75 persen.

instagram embed