Kumparan Logo

BPS: Kenaikan Harga BBM Sumbang Inflasi 1,15 persen di 2022

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BPS Margo Yuwono di Kantor BPS, Senin (2/1/2022). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPS Margo Yuwono di Kantor BPS, Senin (2/1/2022). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu penyumbang inflasi di 2022. Hal tersebut karena kenaikan BBM mendorong harga barang-barang lainnya ikut melonjak harganya.

Kepala BPS, Margo Yuwono, mengatakan kenaikan harga BBM memberi andil terhadap inflasi sepanjang 2022 sebesar 1,15 persen. Sementara itu, solar menyumbang inflasi di tanah air sekitar 0,04 persen.

"Kenaikan BBM pada 3 September lalu berdampak ke Desember 2022. Secara tahunan, kelompok BBM ini memberikan andil inflasi 1,15 persen untuk jenis BBM dan ini merupakan tertinggi dan 0,04 persen untuk jenis Solar terhadap inflasi umum 2022," ujar Margo di Gedung BPS, Senin (2/1).

Margo menjelaskan inflasi sepanjang 2022 mencapai 5,51 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,66 pada Desember 2021 menjadi 113,59 pada Desember 2022. Adapun inflasi bensin mencapai 32,67 persen dan solar mencapai 35,94 persen sepanjang 2022.

Pengendara sepeda motor mengantre untuk membeli BBM bersubsidi, usai pengumuman kenaikan harga BBM, di SPBU Pertamina, di Bekasi, Sabtu (3/9/2022). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Margo mengungkapkan inflasi 2022 yang sebesar 5,51 persen menjadi inflasi tertinggi sejak 2014. Pada saat itu inflasi mencapai 8,36 persen karena pemerintah menaikkan harga BBM.

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi Desember ini berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau. Kemudian, diikuti perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen atau terjadi inflasi sebesar 0,63 persen.

"Transportasi memberikan andil 0,06 persen atau terjadi inflasi sebesar 0,45 persen," ungkap Margo.

Adapun penyumbang inflasi utama pada bulan Desember ini berasal dari komoditas beras, tarif air minum dan kenaikan harga telur ayam ras. Margo melanjutkan, seluruh kota IHK mengalami inflasi dengan yang tertinggi di Kota Bandung sebesar 2,04 persen, sementara terendah di Kota Sorong 0,01 persen.

"Penyumbang inflasi utama pada bulan Desember ini berasal dari tarif air minum PAM sebesar 0,07 persen, beras 0,07 persen, telur ayam ras 0,06 persen, kontrak rumah 0,05 persen, daging ayam ras 0,04 persen dan tomat 0,04 persen," terang Margo.

Lebih lanjut, Margo menjelaskan inflasi pada 2023 akan dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya energi Untuk itu, harga energi masih perlu terus diwaspadai karena dapat berdampak terhadap peningkatan harga di berbagai sektor.

Komoditas dengan harga bergejolak seperti produk hortikultura juga perlu diwaspadai. “Biasanya di sejarah kita, pemerintah menaikkan harga BBM untuk menyesuaikan harga. Di 2023 perlu diwaspadai juga kebijakan pemerintah mengatur harga komoditas yang diatur pemerintah yang dapat mempengaruhi inflasi,” tutur Margo.