Kumparan Logo

BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus USD 3,55 Miliar pada Agustus 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Kamis (1/10/2026) Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Kamis (1/10/2026) Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan barang Indonesia pada Agustus 2026 mencatatkan surplus. Sepanjang Agustus 2026, neraca perdagangan barang surplus USD 3,55 miliar. Surplus tersebut terutama ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus sebesar USD 6,09 miliar.

“Pada kondisi Agustus tahun 2026, mengalami surplus sebesar USD 3,55 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).

Ateng menjelaskan surplus perdagangan nonmigas terutama berasal dari komoditas lemak dan minyak hewan nabati (HS15), bahan bakar mineral (HS27), serta besi dan baja (HS72). Sementara itu, perdagangan komoditas migas pada Agustus 2026 masih mengalami defisit sebesar USD 2,54 miliar.

“Dengan komoditas penyumbang defisit terutama dari hasil minyak dan juga dari minyak mentah,” lanjut Ateng.

Nilai Ekspor Periode Agustus 2026

Ateng kemudian menjelaskan, nilai ekspor Indonesia pada periode Agustus 2026 tercatat senilai USD 26,61 miliar atau naik 6,72 persen dibandingkan Agustus 2025 sebesar USD 24,94 miliar.

Nilai ekspor nonmigas pada Agustus 2026 mencapai USD 25,62 miliar atau naik 7,23 persen dibanding Agustus 2025 yang senilai USD 23,89 miliar. Sementara nilai ekspor migas selama Agustus 2026 tercatat USD 0,99 miliar, turun 5,10 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat USD 1,05 miliar.

“Kenaikan ekspor Agustus 2026 secara tahunan didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas, terutama nikel dan barang daripadanya HS75 yang naik 51,67 persen secara year on year,” lanjut Ateng.

Secara kumulatif, total nilai ekspor sepanjang Januari-Agustus 2026 mengalami peningkatan sebesar 4,74 persen secara tahunan. Pada Januari-Agustus 2025, total ekspor tercatat sebesar USD 184,89 miliar, sementara pada Januari-Agustus 2026 tercatat naik menjadi USD 193,64 miliar.

“Nilai ekspor migas tercatat senilai USD 8,01 miliar atau turun sebesar 9,98 persen,” kata Ateng.

Sedangkan nilai ekspor nonmigas sepanjang Januari-Agustus 2026 mengalami kenaikan sebesar 5,48 persen secara tahunan menjadi USD 185,63 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya USD 175,99 miliar.

Nilai Impor Periode Agustus 2026

Ateng melanjutkan, total nilai impor mengalami kenaikan. Nilai impor Indonesia pada Agustus 2026 mencapai USD 23,06 miliar atau naik 19,09 persen dibanding Agustus 2025 yang tercatat USD 19,36 miliar.

Nilai impor nonmigas selama Agustus 2026 tercatat USD 19,53 miliar naik 17,20 persen dibanding Agustus 2025 sebesar USD 16,66 miliar. Sementara impor migas pada Agustus 2026 senilai USD 3,53 miliar, melonjak 30,73 persen dibanding Agustus 2025 yang tercatat USD 2,70 miliar.

Secara kumulatif, total nilai impor Indonesia periode Januari-Agustus 2026 mengalami kenaikan sebesar 19,84 persen secara tahunan. Pada Januari-Agustus 2026, impor tercatat sebesar USD 186,39 miliar, sementara pada Januari-Agustus 2025 nilai impor tercatat USD 155,54 miliar.

Secara kumulatif, nilai impor migas sepanjang Januari-Agustus 2026 mengalami kenaikan sebesar 39,03 persen secara tahunan menjadi USD 29,30 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya USD 21,08 miliar.

“Sementara itu impor nonmigas tercatat sebesar USD 157,09 miliar naik sebesar 16,83 persen,” imbuh Ateng.

instagram embed