BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus USD 3,61 Miliar di Oktober 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan selama Oktober 2020 surplus USD 3,61 miliar. Angka ini lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya yang surplus USD 2,44 miliar ataupun periode Oktober 2019 yang surplus USD 122,3 juta.
Dengan demikian, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan selama enam bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
"Untuk neraca perdagangan Oktober 2020 ini surplus USD 3,61 miliar, kalau dilihat di September surplus kita hanya USD 2,44 miliar, jadi ada peningkatan yang cukup tajam," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam video conference, Senin (16/11).
Ekspor Indonesia
Secara rinci, nilai ekspor selama bulan lalu sebesar USD 14,39 miliar, naik 3,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm), namun turun 3,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Ekspor migas mencapai USD 630 juta, merosot 28,89 persen (yoy). Sedangkan ekspor nonmigas mencapai USD 13,76 miliar atau turun 1,84 persen (yoy).
Berdasarkan sektornya, ekspor pertanian dan industri pengolahan mengalami kenaikan secara bulanan maupun tahunan. Ekspor pertanian mencapai USD 420 juta, naik 1,26 persen (mtm) dan naik 23,80 persen (yoy).
Ekspor industri pengolahan sebesar USD 11,79 miliar, naik 2,08 persen (mtm) dan naik 3,86 persen (yoy). Sedangkan ekspor industri pertambangan dan lainnya mencapai USD 1,55 miliar atau naik 16,98 persen (mtm), namun turun 33,31 persen (yoy).
Selama Oktober 2020, China, Vietnam, dan Filipina menjadi negara tujuan ekspor RI yang mengalami kenaikan tertinggi, masing-masing kenaikannya mencapai USD 234,7 juta; USD 96,1 juta; dan USD 83,3 juta.
Sedangkan ekspor Indonesia ke Swiss, Singapura, dan Amerika Serikat mengalami penurunan. Masing-masing penurunannya mencapai USD 86,2 juta, USD 60,1 juta, dan USD 49,6 juta.
Secara kumulatif Januari-Oktober 2020, total ekspor RI mencapai USD 131,45 miliar, turun 5,58 persen (yoy).
Impor Indonesia
Selama Oktober 2020, impor tercatat sebesar USD 10,78 miliar, turun 6,79 persen (mtm) dan turun 26,93 persen (yoy).
Impor migas mencapai USD 1,0 miliar, turun 38,54 persen (yoy). Sementara impor nonmigas sebesar USD 9,70 miliar, turun 25,36 persen (yoy).
Seluruh penggunaan barang impor mengalami penurunan. Impor barang konsumsi mencapai USD 1,03 miliar, turun 7,58 persen (mtm) dan turun 27,88 persen (yoy).
Impor bahan baku penolong mencapai USD 7,90 miliar, turun 5,00 persen (mtm) dan turun 27,40 persen (yoy). Sementara impor barang modal mencapai USD 1,85 miliar, turun 13,33 persen (mtm) dan turun 24,24 persen (yoy).
Selama bulan lalu, impor dari Singapura, Malaysia, dan Hungaria mengalami kenaikan, masing-masing sebesar USD 87,5 juta, USD 62,5 juta, dan USD 55,9 juta.
Sementara impor dari China, Brasil, dan Taiwan mengalami penurunan masing-masing USD 709,1 juta, USD 77,5 juta, dan USD 63 juta.
Secara kumulatif Januari-Oktober 2020, total impor mencapai USD 114,47 miliar, turun 19,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).
