Kumparan Logo

BREAKING NEWS! Jokowi Naikkan Pertalite Jadi Rp 10.000, Pertamax Rp 14.500/L

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
47
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke sepeda motor konsumen di SPBU Imam Bonjol, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (24/6/2022). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke sepeda motor konsumen di SPBU Imam Bonjol, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (24/6/2022). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO

Pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi yaitu Pertalite dan Solar, Sabtu (3/9). Pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar naik dari sebelumnya Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.

Tak hanya BBM subsidi, pemerintah juga menaikkan harga BBM nonsubsidi yaitu Pertamax dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi lantaran harga minyak mentah yang terus menanjak di level USD 90 hingga USD 100 per barel. Sementara asumsi harga minyak dalam APBN 2022 di level USD 63 per barel, meski akhirnya diubah menjadi USD 90 per barel.

embed from external kumparan

"Pemerintah harus buat keputusan dalam situasi sulit. Ini pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM, sehingga harga jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan memgalami penyesuaian," kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Menteri ESDM Arifin Tasrif yang hadir dalam konferensi pers mengatakan harga baru ini berlaku satu jam sejak diumumkan 13:30 WIB. "Ini berlaku 1 jam sejak saat diumumkan, jadi berlaku 14.30 WIB," ujarnya di lokasi yang sama.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan belanja subsidi energi tahun ini bengkak 3 kali lipat menjadi Rp 502 triliun lantaran harga BBM subsidi ditahan.

Jika harga BBM subsidi terus ditahan, kata dia, beban subsidi energi di APBN tahun ini akan bengkak lagi nyaris Rp 700 triliun. Sementara DPR hanya menyetujui alokasi subsidi energi ini Rp 502 triliun.

Presiden Joko Widodo meninjau langsung pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Lampung, Sabtu (3/9/2022) Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

"Kalau tidak dilakukan apa-apa, tidak ada pembatasan, tidak ada apa-apa, maka Rp 502 triliun tidak akan cukup. Nambah lagi bisa mencapai Rp 698 triliun," imbuh Sri Mulyani di DPR, Selasa (23/8).

Daftar Terbaru Harga BBM di SPBU Pertamina

Pertalite, Pertamax, Solar Naik per 3 September 2022

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 35 data

WILAYAH
PERTALITE
PERTAMAX
SOLAR JBT
Prov. Nanggroe Aceh Darussalam
10.000
14.500
6.800
Prov. Sumatera Utara
10.000
14.850
6.800
Prov. Sumatera Barat
10.000
14.850
6.800
Prov. Riau
10.000
15.200
6.800
Prov. Kepulauan Riau
10.000
15.200
6.800
Kodya Batam (FTZ)
10.000
15.200
6.800
Prov. Jambi
10.000
14.850
6.800
Prov. Bengkulu
10.000
15.200
6.800
Prov. Sumatera Selatan
10.000
14.850
6.800
Prov. Bangka-Belitung
10.000
14.850
6.800

1 - 10 dari 35 baris

Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang Turun per 1 September 2022

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 35 data

WILAYAH
PERTAMAX TURBO
DEXLITE
PERTAMINA DEX
SOLAR NPSO
Prov. Nanggroe Aceh Darussalam
15.900
17.100
17.400
-
Prov. Sumatera Utara
16.250
17.450
17.750
-
Prov. Sumatera Barat
16.250
17.450
17.750
-
Prov. Riau
16.600
17.800
18.100
-
Prov. Kepulauan Riau
16.600
17.800
18.100
-
Kodya Batam (FTZ)
16.600
17.800
18.100
-
Prov. Jambi
16.250
17.450
17.750
-
Prov. Bengkulu
16.600
17.800
18.100
-
Prov. Sumatera Selatan
16.250
17.450
17.750
-
Prov. Bangka-Belitung
16.250
17.450
17.750
-

1 - 10 dari 35 baris