BSI Ajak Masyarakat Berlari Sambil Berbagi di Run For Humanity Sentul 2025
·waktu baca 2 menit

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menggaungkan semangat kebaikan melalui ajang Run For Humanity Trail Run Sentul 2025. Sebanyak 1.250 pelari kategori 5K dan 10K turut ambil bagian dalam kegiatan yang memadukan olahraga, spiritualitas, dan kepedulian sosial.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian charity run di empat kota yang telah sukses digelar di Bandung dan Solo, dan akan berlanjut ke Tangerang Selatan pada 23 November 2025. Pembukaan resmi dilakukan oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bersama Founder Run For Humanity Dimas Seto dan Dhini Aminarti.
Run For Humanity hadir sebagai gerakan untuk mendorong gaya hidup sehat sambil berbagi, di mana sebagian hasil kegiatan disalurkan untuk program-program kemanusiaan. Dengan begitu, setiap langkah pelari menjadi wujud nyata kontribusi sosial.
Menurut Anggoro Eko Cahyo, kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat. “Run For Humanity adalah ajang yang memadukan olahraga, hiburan, dan aksi sosial dalam satu rangkaian yang inklusif dan kolaboratif,” ujar Anggoro.
Sebagai sponsor utama, BSI menghadirkan beragam aktivasi menarik bagi peserta. Mulai dari edukasi keuangan syariah, promo eksklusif pembukaan BSI Cicil Emas, BSI E-Mas, dan Tabungan Haji, hingga hadiah eksklusif seperti jaket RFH dan tiket konser Maher Zain. Ada pula photobox gratis, doorprize, dan kuis berhadiah BSI Gold yang menambah keseruan acara.
Founder Run For Humanity, Dimas Seto, menyampaikan apresiasi atas dukungan BSI. “Dukungan BSI memberikan energi luar biasa bagi kami untuk terus menyebarkan semangat kepedulian ke lebih banyak kota. Alhamdulillah, gerakan hidup sehat sambil bersedekah ini disambut dengan antusias,” ungkap Dimas.
Kesuksesan penyelenggaraan di Sentul membuktikan bahwa sinergi antara lembaga keuangan, komunitas, dan masyarakat mampu menciptakan dampak sosial yang signifikan. "Kami percaya bahwa olahraga bisa menjadi ajang untuk aksi sosial yang positif dan spiritual. Peserta tidak hanya berlari untuk kesehatan, tetapi setiap langkahnya menjadi bagian dari kontribusi sosial yang berdampak,” tutup Anggoro.
