BSI Raup Laba Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I 2026, Tumbuh 17,1 Persen
·waktu baca 2 menit

Bank Syariah Indonesia (BSI), emiten berkode BRIS, membukukan laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun pada kuartal I 2026. Angka tersebut tumbuh 17,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan capaian tersebut didukung oleh pengembangan infrastruktur digital perusahaan. Salah satunya melalui aplikasi BYOND by BSI yang kini memiliki 6,5 juta pengguna.
“Di kuartal I tahun 2026 ini BSI mampu membukukan lana sebesar Rp 2,2 triliun atau tumbuh 17,1 persen year on year. Pertumbuhan ini tentu didukung oleh aspek infrastruktur yang semakin baik yang kita kembangkan seperti aplikasi BYOND, yang usernya sekarang 6,5 juta, ATM, EDC, QRIS, Bewize dan juga jaringan,” kata Anggoro dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (12/5).
Selain laba, BSI juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,99 persen yoy menjadi Rp 377 triliun hingga kuartal I 2026. Dari sisi neraca, BSI juga mencatat pertumbuhan total aset sebesar 14,78 persen yoy menjadi Rp 460 triliun pada kuartal I 2026.
Kemudian jumlah tabungan tercatat meningkat 20,18 persen yoy menjadi Rp 160 triliun. Total pembiayaan perseroan mencapai Rp 329 triliun atau tumbuh 14,39 persen yoy.
Anggoro juga memastikan kualitas pembiayaan BSI tetap terjaga dengan Non-Performing Financing (NPF) Gross sebesar 1,8 persen, membaik 8 bips dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah kinerja BSI dapat tumbuh positif dan sustain di kuartal I 2026,” tuturnya.
