BSI Resmi Kantongi Izin OJK untuk Kelola Simpanan Emas
·waktu baca 2 menit

PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kini resmi memperoleh izin mengelola jasa penyimpanan emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan izin tersebut, BSI kini memiliki tiga kegiatan usaha bullion yaitu Simpanan Emas, Perdagangan Emas, dan Penitipan Emas.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyatakan BSI telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bank dengan jasa simpanan emas sejak 10 November 2025.
“Alhamdulillah, per 10 November, tepatnya 2 hari yang lalu BSI telah mendapat izin untuk menjalankan kegiatan simpanan emas, dari sebelumnya baru trading dan titip,” sebut Bob dalam acara Bullion Connect 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (12/11).
Bob menjelaskan, saat ini sistem emas menjadi mesin pertumbuhan utama bagi BSI. Sebelumnya, BSI telah memiliki sejumlah produk yang berkaitan dengan emas. Produk pertama adalah tabungan emas dalam bentuk rupiah yang dimiliki oleh masyarakat.
Produk kedua, yaitu cicil emas, merupakan produk investasi karena memungkinkan nasabah membeli emas dengan harga saat ini melalui sistem angsuran, sehingga ketika sudah lunas, nilainya berpotensi meningkat.
“Yang ketiga juga ada gadai. Di mana izinkan kami belajar dari (PT) Pegadaian, bagaimana mungkin kita juga bisa memberikan layanan kepada masyarakat untuk gadai,” lanjut Bob.
Dia kemudian pemberian izin dari OJK diharapkan dapat mendorong perluasan basis nasabah perusahaan, terutama karena minat masyarakat terhadap bisnis emas saat ini terus meningkat.
“Dan untuk gadai dan konteks ini, OJK cukup mengawasi kami dengan ketat, membatasi jumlah dan jangka waktu,” kata Bob.
Sebelumnya, BSI menargetkan nilai bisnis emasnya dapat meningkat signifikan hingga mencapai Rp 100 triliun pada tahun 2030.
“Yang pasti kita ini sekarang total bisnis emas adalah Rp 17 triliun. Dan kita menargetin di tahun 2030 akan menjadi Rp 100 triliun bisnis emas,” kata Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dalam gelaran ISEF 2025, dikutip Rabu (12/11).
Adapun hingga saat ini, total volume bisnis perdagangan emas BSI telah mencapai 1,15 ton dan mengalami pertumbuhan hingga 160 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
