Kumparan Logo

BSI Targetkan Kelolaan Emas Tembus 53 Ton pada 2030

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layanan BSI Emas Digital oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Foto: BSI/HO Antara
zoom-in-whitePerbesar
Layanan BSI Emas Digital oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Foto: BSI/HO Antara

PT Bank Syariah Indonesia (Tbk) atau BSI mencatatkan kinerja bisnis emas yang solid hingga kuartal III 2025. Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyatakan total emas yang dikelola BSI mencapai 19 ton hingga September 2025.

“Kami perkirakan di 2030 diproyeksikan kelolaan emas BSI ini akan terus bertambah hingga 53 ton dan mungkin itu akan terus bertambah,” ucap Bob dalam konferensi pers, Rabu (29/10).

Bob menjelaskan, pengelolaan bisnis emas BSI saat ini memperhatikan aspek operasional untuk menjamin keamanan penyimpanan. Dalam konteks ini, pihaknya menerapkan sistem smart vaulting melalui beberapa model.

“Dalam hal ini di sisi konteks mengenai smart vaulting atau pengelolaan untuk persediaan emas kita ada beberapa model di mana ada central vaulting, kemudian kita manage service dan beberapa vaulting di masing-masing cabang,” kata Bob.

Adapun sejak peluncuran layanan bullion oleh pemerintah pada 26 Februari 2025, bisnis emas BSI mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 72,82 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dengan nilai mencapai Rp 18,76 triliun.

BSi Bank Emas BSI International Expo 2025, tempat pengunjung bisa melakukan pembelian emas dan cuci emas gratis. Foto: Wina Ramadhani/kumparan

Nilai tersebut terdiri dari pembiayaan Cicil Emas sebesar Rp 10,32 triliun yang tumbuh 106,36 persen yoy dan Gadai Emas sebesar Rp 8,44 triliun yang meningkat 44,19 persen yoy. Selain pembiayaan, Tabungan Emas juga mengalami pertumbuhan dengan saldo kelolaan 1,15 ton, penjualan 1,69 ton, dan jumlah rekening emas mencapai 200 ribu CIF.

Lebih lanjut, pertumbuhan tajam pada bisnis emas turut mendorong peningkatan pembiayaan konsumer BSI yang naik 15,02 persen menjadi Rp 167,62 triliun. Pembiayaan di sektor wholesale ditopang oleh sektor-sektor produktif seperti telekomunikasi, agrobisnis, dan transportasi.

Sebelumnya, pembelian emas di BSI sepanjang periode kuartal II pada 2025 pun melonjak 441 persen secara yoy. BSI menjadi satu-satunya bank yang mendapatkan izin layanan bank emas.

SVP Corporate Secretary & Communication BSI, Wisnu Sunandar mengatakan, seiring transaksi pembelian emas yang melonjak tersebut, saat ini emas batangan sangat diminati oleh masyarakat.

“Potensi bullion bank ini sangat besar, sekarang tinggal bagaimana demand perlu ditingkatkan. Karena emas mendukung daya tahan moneter dan fiskal sebuah negara, sekaligus wealth protector untuk masyarakat,” ujar Wisnu melalui keterangan resmi, dikutip Rabu (29/10).