Budiman Sudjatmiko Sebut Butuh 11 Tahun untuk Bangun Bukit Algoritma

Budiman Sudjatmiko ditunjuk menjadi Ketua Pelaksana Kerja Sama Operasi Kiniku Bintang Rasa KSO untuk menggarap proyek Bukit Algoritma senilai Rp 18 triliun. Bukit ini akan menjadi Silicon Valley versi Indonesia.
Politisi PDIP ini menyebut, biaya investasi Rp 18 triliun yang dibutuhkan hanya untuk membangun tahap pertama dalam waktu tiga tahun. Sedangkan rencana besar dari proyek Silicon Valley versi Indonesia ini membutuhkan waktu 11 tahun lamanya secara bertahap.
"Kira-kira 11 tahun. Tapi yang untuk anggaran Rp 18 triliun itu untuk 3 tahun pertama," kata dia saat dihubungi kumparan, Rabu (14/4).
Dengan waktu 11 tahun itu, Budiman mengakui modal yang dibutuhkan jauh lebih besar dari Rp 18 triliun. Namun, dia tidak membeberkan berapa modal yang dibutuhkan selama lebih dari 1 dekade ke depan itu.
Sejumlah investor pun sudah menyatakan komitmennya mulai dari Amerika Serikat, Timur Tengah, China, hingga Eropa. Sejauh ini, modal Rp 18 triliun murni berasal dari investor swasta. Namun, dia tidak menutup kemungkinan adanya peluang dibiayai negara atau diberikan insentif untuk investor, mengingat butuh waktu 11 tahun.
"Tapi kalau misalnya statusnya diatur pemerintah (jadi Proyek Strategis Nasional), bisa saja dapat insentif untuk investor yang mau kembangkan teknologi baru dan inovatif. Tapi bukan sekadar assembly, harus ada temuan baru dan jadi produk bangsa," katanya.
Secara konsep, tiga tahun pertama, akan dibangun lima jenis kelompok riset yang disebutnya riset teknologi maju. Kelima sektor itu mencakup teknologi kuantum dan kecerdasan buatan, teknologi biologi, kaitannya dengan biologi molukuler, rekayasa genetik, neuro sains.
Lalu, ada pertanian, teknologi nano untuk pengobatan. Kemudian ada energi seperti EV battery (baterai kendaraan listrik) dan EBT (energi baru terbarukan). Teknologi untuk buat bahan-bahan mesin cerdas lainnya.
Kemudian dari lima riset itu ada riset turunannya. Salah satunya, mereka akan buat center for areal and space exploration studies. Ini untuk mengkaji dan membuat satelit nano ukuran kecil. Kemudian akan dibuat juga riset drone kargo yang akan diproyeksikan untuk jarak 500 kilometer.
Tahap kedua selama lima tahun. Budiman menyebut akan membuat komersial distrik dan shopping mall. Kemungkinan, tahap kedua ini juga akan ditarik ke tahap pertama begitu pandemi usai.
"Nanti juga akan ada konsep desa masa depan. Sekarang kita lagi susun FS (feasibility study) untuk proyeknya," lanjut Budiman.
Groundbreaking Tahun Ini
Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 888 hektar di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat. Kiniku Bintang Rasa KSO merupakan perusahaan patungan antara PT Kiniku Nusa Kreasi dan PT Bintang Raya Lokalestari.
Budiman merupakan Direktur Utama Kiniku Nusa Kreasi. Sedangkan Dirut Bintang Raya Lokalestari bernama Dani Handoko. Keduanya menunjuk PT Amarta Karya (Persero) atau AMKA sebagai kontraktor pelaksana.
External Affairs Amarta Karya Hilmi Dzakwan Shodiq mengatakan saat ini rencana pembangunan Bukit Algoritma sudah tahap mapping site project. Setelah itu akan melakukan persiapan menuju groundbreaking.
"Rencananya demikian, mudah-mudahan bisa di tahun ini," kata Hilmi saat dihubungi kumparan.
