Bukalapak Mau IPO, Jumlah Investor Ritel Baru di Mandiri Sekuritas Naik

21 Juli 2021 13:02
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pergerakan saham melalui layar di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta.  Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pergerakan saham melalui layar di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Mandiri Sekuritas (Mansek) mencatat adanya pertumbuhan bisnis retail yang signifikan pada semester I 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini terlihat dari naiknya jumlah nasabah investor ritel baru, salah satunya karena saham teknologi seperti Bukalapak mau IPO (Initial Public Offering).
ADVERTISEMENT
Direktur Mansek, Theodora Manik menjelaskan jumlah nasabah naik 73 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada semester I 2021. Begitu pun jumlah nasabah milenial dan gen Z naik pesat 91 persen yoy.
Lalu transaksi online naik 235 persen secara yoy, transaksi harian juga naik lebih dari 220 persen yoy. Begitupun dengan rekening dana nasabah (RDN) naik 75 persen yoy.
Investor retail ini memang terjadi pertumbuhan baru di pasar modal melalui MOST (aplikasi Mandiri Online Sekuritas). Total aset kami pun tumbuh 71 persen secara stock dan cash," ujar dia dalam kinerja semester I 2021 secara daring, Rabu (21/7).
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Utama Mansek, Silva Halim mengatakan, kenaikan jumlah nasabah ini terutama di retail karena likuiditas dana masih banyak di market. Di sisi lain, suku bunga Bank Indonesia terus turun, membuat investasi pasar modal lebih menarik daripada menaruh deposito di bank.
ADVERTISEMENT
"Jadi, investor (alihkan uangnya) beli saham dan obligasi. Tentunya dengan adanya perusahaan teknologi juga tambah minat (jumlah investor retail Mansek)," kata Silva.
Meski begitu, Silva mengatakan pertumbuhan investor retail baru terjadi sejak tahun lalu usai IHSG bangkit setelah merosot tajam di awal pandemi. Disinggung mengenai jumlah investor retail yang tertarik dalam masa penawaran awal saham Bukalapak, Silva enggan menjawabnya.
Mansek merupakan salah satu penjamin pelaksana emisi efek Bukalapak. Jadwal penawaran awal Bukalapak sudah berakhir pada 19 Juli 2021 lalu.
"Terkait Bukalapak, saya belum bisa berikan komentar karena masa penawaran awal baru saja berakhir Senin kemarin. Jadi bisa konfirmasi langsung ke Bukalapak," kata Silva.