Bukit Asam Raup Laba Bersih Rp 2,5 Triliun di Semester I 2018

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan kinerja positif selama semester I 2018. Perusahaan tambang batu bara tersebut mencetak laba bersih sebesar Rp 2,58 triliun atau naik 49 persen dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 1,72 triliun.
Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengungkapkan raihan positif kinerja perseroan di semester I 2018 disebabkan karena Bukit Asam telah menerapkan strategi yang efektif dan efisien di semua lini bisnis. Bukit Asam mampu mempertahankan dan meningkatkan profitabilitas serta likuiditas.
"Jadi kinerja positif di semester I ini kita melakukan upaya efisiensi dalam menekan biaya penambangan kita. Kita ada penurunan cash cost 10 persen di semester I 2018 ini dari Rp 682 ribu per metrik ton menjadi Rp 613 ribu per metrik ton biayanya," kata Arviyan saat paparan kinerja perusahaan di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/7).

Faktor lain yang berdampak pada tebalnya laba bersih Bukit Asam adalah pendapatan usaha di semester I 2018 melonjak 17 persen atau menjadi Rp 10,53 triliun dari capaian tahun lalu yang hanya mencapai Rp 8,97 triliun. Adapun pendapatan usaha terbesar diperoleh dari ekspor batu bara.
Sementara itu, produksi batu bara Bukit Asam di semester I 2018 juga naik 20%, atau dari 9,4 juta ton menjadi 11,2 juta ton. Terakhir ada kinerja volume angkutan batu bara yang juga tumbuh 8% atau dari 10,2 juta ton menjadi 11,1 juta ton.
"Alhamdulillah kinerja angkutan mengalami peningkatan sejalan dengan harga dari kenaikan penjualan," sebutnya.
