Kumparan Logo

Bulog Pastikan Jagung Impor 100 Ribu Ton Mulai Masuk Desember 2018

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petani Jagung (Foto: Kementerian Pertanian)
zoom-in-whitePerbesar
Petani Jagung (Foto: Kementerian Pertanian)

Pemerintah telah memutuskan untuk memberikan jatah impor jagung maksimal 100 ribu ton kepada Perum Bulog. Adapun keputusan impor jagung diambil untuk memenuhi kebutuhan para peternak dan pabrik pakan ternak.

Keputusan impor jagung diambil dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution pada Jumat (2/11). Rakortas tersebut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Dirut Bulog Budi Waseso.

“30 hari pengapalannya. Pokoknya akhir Desember ini masuk,” kata Direktur Pengadaan Bulog, Bachtiar, di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (8/11).

Menurut dia besaran impor jagung tersebut sesuai keputusan rakor yaitu 100 ribu ton. Meski demikian, jagung tersebut bakal didatangkan bertahap dalam dua kali pengapalan.

“Itu sekali pengapalan ini 70 ribu ton, terus 30 ribu ton. Bertahap ya. Insyaallah,” ujarnya. Menurut Bachtiar, jagung impor tersebut bakal didatangkan dari dua negara yaitu Argentina dan Brasil.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, importasi akan dilakukan secepatnya hingga batas akhir tahun. Dia mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan untuk menurunkan harga jual jagung yang digunakan sebagai bahan pakan ternak.