Bulog Siap Kembali Salurkan Bantuan Beras PPKM Tahap II ke 8,8 Juta Keluarga
·waktu baca 2 menit

Perum Bulog melanjutkan pemberian bantuan beras PPKM tahap II kepada masyarakat. Di tahap I, Bulog yang dipercaya pemerintah dalam pemberian bantuan tersebut telah menyalurkannya kepada 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Di tahap II ini, penyaluran bantuan beras PPKM diberikan kepada 8,8 juta KPM. Sehingga secara total nantinya beras PPKM disalurkan ke 28,8 juta KPM.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), memastikan komitmennya dalam menyalurkan bantuan tersebut. Ia mengatakan bakal berupaya maksimal dalam memberikan bantuan beras ke para KPM.
“Kami berjuang agar pelaksanannya berjalan baik, lancar, tepat kualitas, dan tepat waktu serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini adalah misi negara bukan misi bisnis, jadi bagaimanapun harus sukses karena tujuannya membantu masyarakat yang susah,” kata Buwas saat acara Kick Off Distribusi Bantuan Beras PPKM Tahap II, Kamis (12/8).
Buwas menjelaskan beras yang digunakan untuk program bantuan beras PPKM ini berasal dari beras petani yang dibeli Bulog. Selain itu, kata Buwas, Bulog juga ditugaskan untuk menyimpan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berasal dari serapan petani sejumlah 1 sampai 1,5 juta ton.
“Salah satu penyaluran Cadangan Beras Pemerintah tersebut, yaitu untuk program Bantuan Beras PPKM ini. Kalau ini bisa tersalurkan, maka Bulog akan menyerap kembali beras hasil petani untuk menjaga stok CBP tadi, jadi ada multiplier effectnya program pemerintah ini,” ujar Buwas.
Sementara itu, Dirut PT Pos Indonesia (Persero), Faizal Rochmad Djoemadi, menegaskan pihaknya siap kembali menjadi mitra Bulog dalam penyaluran bantuan beras PPKM tahap II ini. Ia menuturkan bantuan tersebut harus disalurkan cepat dan tepat sasaran.
“Dalam kondisi memberlakukan PPKM, penyaluran atau distribusi bantuan dilakukan dengan sangat cepat dan harus tepat sasaran. Pos Indonesia menurunkan semua kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mensukseskan program ini,” ungkap Faizal.
“Distribusi yang dilakukan pos mulai dari daerah kota sampai daerah rural atau penerima bantuan di desa terpencil, dan kepulauan dengan memanfaatkan jaringan PT Pos Indonesia,” tambahnya.
