Kumparan Logo

Bursa Mineral-Komoditas RI Kemungkinan Tunggal, Mirip London hingga Shanghai

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito, saat fit and proper test di Komisi XI DPR RI, Kompleks Senayan, Senin (24/8/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito, saat fit and proper test di Komisi XI DPR RI, Kompleks Senayan, Senin (24/8/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Pemerintah tengah menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang berpeluang dibentuk sebagai bursa tunggal di Indonesia. Konsep tersebut dinilai lebih efisien dan merujuk pada sejumlah bursa komoditas besar dunia, seperti London Metal Exchange (LME) hingga Shanghai Futures Exchange.

“Mungkin menurut saya tunggal. London Metal Exchange, only one, Singapore Futures Exchange, Shanghai Futures Exchange, itu juga tunggal. Lebih efisien,” jelas Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito, ketika ditemui wartawan di Kompleks Senayan, Senin (24/8).

Kata dia, cakupan mineral dan komoditas strategis yang nantinya diperdagangkan bakal ditentukan menunggu Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan OJK (POJK).

Sementara itu, terkait keberadaan bursa komoditas yang telah beroperasi di Indonesia seperti Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Sarjito mengatakan para pelaku pasar maupun mekanisme yang sudah berjalan bisa dievaluasi kembali.

"Player-nya, market player-nya di bisa jadi kita evaluasi lagi semuanya. Tapi kan transaksi harus mulus dan apa namanya yang enggak boleh ada yang pending, kan gitu ya. Yang sudah terjadi di tempat lain, ya carry over, kan gitu ya,” ujar dia.

Sarjito menegaskan, pembentukan bursa baru tetap harus disertai perbaikan agar sesuai dengan arah pemerintah dan memiliki kredibilitas tinggi.

"Tapi tentu dengan perbaikan-perbaikan sesuai dengan arah Presiden, supaya bursa ini itu very credible,” sebutnya.

Menurut Sarjito, aspek perlindungan dan edukasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian penting. Katanya mengingat masih adanya penawaran investasi komoditas yang menjanjikan keuntungan besar kepada masyarakat.

"Jadi, saya akan sangat keras kalau ada edukasi kepada kepada masyarakat. Banyak kan yang tawaran-tawaran kayak begitu dan itu juga ada yang berkaitan dengan komoditi selama ini ada. Janji-janji, wah, apa hasilnya sekian, duitnya sekian itu,” tutur Sarjito.

instagram embed