Bye Swasembada Pangan! Pemerintah Akan Impor Kedelai 2,6 Juta Ton di 2021

Indonesia masih belum bisa lepas dari kedelai impor. Swasembada pangan yang digaungkan Presiden Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 tak kunjung terealisasi.
Pemerintah berencana akan kembali melakukan impor kedelai di tahun ini. Jumlahnya mencapai 2,6 juta ton untuk bahan baku tempe dan tahu.
“Untuk kedelai, perkiraan impor 2021 sebanyak 2,6 juta ton,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (13/1).
Dia melanjutkan, dari jumlah impor itu, yang akan tiba di Indonesia sebanyak 650 ribu ton hingga Maret 2021. Sementara sisanya akan dilakukan bertahap hingga akhir tahun.
Namun Agung menggarisbawahi, impor itu untuk kebutuhan bahan baku tempe dan tahu saja. Sementara jika ditotal impor kedelai, termasuk untuk kebutuhan tepung dan industri lainnya, mencapai lebih dari 5 juta ton di tahun ini.
“Jadi 2,6 juta ton hanya untuk bahan baku tempe dan tahu saja,” katanya usai dicecar pimpinan Komisi IV DPR RI.
Jumlah impor kedelai di tahun ini tak banyak berbeda dengan 2020. Setiap tahunnya, pemerintah rata-rata mengimpor lebih dari 2 juta ton kedelai.
Sejak Januari-November 2020, impor kedelai mencapai 2,31 juta ton atau senilai USD 931,83 juta atau sekitar Rp 12,98 triliun (kurs Rp 13.930 per dolar AS). Angka ini hampir menyamai impor kedelai setahun penuh di 2019 yang sebesar 2,67 juta ton atau senilai USD 1,06 miliar.
