Kumparan Logo

Capai Target! Realisasi Investasi di 2021 Tembus Rp 901,02 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pertumbuhan investasi di Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pertumbuhan investasi di Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, melaporkan realisasi investasi selama 2021 melebihi target yaitu Rp 901,02 triliun atau naik 9 persen secara year on year (yoy).

Pencapaian tersebut melebihi target yang ditetapkan Bappenas melalui RPJMN sebesar Rp 858,5 triliun atau tercapai 104,8 persen, sementara dari target yang ditetapkan Presiden Jokowi sebesar Rp 900 triliun atau tercapai 100,1 persen.

"Alhamdulillah saya terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan bekerja keras, ini jujur saya katakan tidak gampang, kami harus membuat strategi-strategi di luar kelaziman," ujar Bahlil dalam konferensi pers virtual, Kamis (27/1).

Adapun realisasi investasi ini cenderung seimbang antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). BKPM mencatat PMA menyumbang 50,4 persen atau Rp 454 triliun. Sementara PMDN sebesar Rp 447 triliun atau 49,6 persen.

"PMA kita bagus, Ini adalah sentimen positif terhadap implementasi UU Cipta Kerja, tren ini harus kita jaga. Apakah UU Ciptaker penting? Ini buktinya, kita jawab bukan dengan argumentasi retorika tapi dengan fakta," tutur bahlil.

Terkait PMA tersebut, Bahlil Lahadalia menuturkan negara asal investasi terbesar untuk Indonesia yaitu Singapura dengan USD 9,4 miliar. Lalu diikuti oleh Hongkong dengan USD 4,6 miliar, Tiongkok USD 3,2 miliar, Amerika Serikat USD 2,5 miliar, dan Jepang USD 2,3 miliar.

"Saya tidak yakin uangnya dari Singapura semua, pasti ada orang Indonesia. Jadi Singapura ini hub untuk beberapa negara yang masuk, sebelum (investasi) masuk ke Indonesia," imbuh dia.

Bahlil Lahadalia usai dilantik sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rabu (28/4). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

Bahlil melanjutkan, investasi terbesar terjadi di luar Jawa sebesar 52 persen atau tumbuh 12,2 persen secara yoy. Sementara itu, persentase investasi di pulau Jawa sebesar 48 persen di 2021.

Adapun provinsi dengan investasi terbesar masih dipegang oleh Jawa Barat dengan Rp 136,1 triliun, diikuti oleh DKI jakarta di posisi kedua dengan Rp 103,7 triliun. Lalu Jawa Timur dengan Rp 79,5 di posisi ketiga.

Sementara untuk realisasi investasi di Kuartal 4 2021, Bahlil menyebutkan berada di angka Rp 241,6 triliun. Secara quartal-on-quartal (qoq), realisasi ini tumbuh 11,5 persen atau 12,5 persen secara YoY.

Lalu, Bahlil melanjutkan, untuk realisasi penyerapan tenaga kerja di kuartal 4 ini yaitu sebesar 295.491 orang. Sementara realisasi selama tahun 2021, penyerapan tenaga kerja mencapai 1.207.893 orang.