Kumparan Logo

Cat Pesawat Kepresidenan Disebut Kebanggaan Bangsa, Kenapa Biayanya Miliaran?

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Joko Widodo turun dari Pesawat Kepresidenan setibanya di Bandara Raden Inten II Lampung, Rabu (2/1/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo turun dari Pesawat Kepresidenan setibanya di Bandara Raden Inten II Lampung, Rabu (2/1/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Pesawat kepresidenan RI dicat ulang jadi berwarna merah dan putih dari semula biru dan putih. Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, menyebut hal ini sebagai kebanggaan bagi bangsa dan negara.

"Dapat dijelaskan, bahwa pengecatan pesawat ini telah direncanakan sejak tahun 2019, serta diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara," kata Heru dalam keterangannya, Selasa (3/8).

kumparan post embed

Dia tidak memaparkan biaya yang diperlukan untuk pengecatan ulang pesawat kepresidenan, baik jenis BBJ2 maupun helikopter Super Puma. Tapi pengamat penerbangan Alvin Lie, mengungkap biayanya bisa mencapai Rp 2,1 miliar.

"Hari gini masih aja foya-foya ubah warna pesawat Kepresidenan. Biaya cat ulang pesawat setara B737-800 berkisar antara USD 100 ribu-USD 150 ribu. Sekitar Rp 1,4 miliar sd Rp 2,1 miliar," tulis mantan Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) itu di akun twitter-nya.

Biaya Pengecatan Pesawat Miliaran Rupiah

Pesawat baru Kepresidenan RI, Boeing 777. Foto: Dok. Istimewa

Berbeda dengan cat bangunan atau kendaraan lainnya, untuk pesawat diperlukan cat dengan spesifikasi khusus. Seorang sumber kumparan yang berbisnis maintenance dan pengecatan pesawat, mengungkapkan spesifikasi khusus yang dimaksud.

"Itu memang khusus cat aviasi. Dia harus tahan high temperature extrem, juga punya sifat anti-statis. Jenis cat ini juga masih impor, belum diproduksi di Indonesia," ujarnya kepada kumparan, Selasa (3/8).

kumparan post embed

Dalam bisnis pengecatan pesawat, dia sendiri biasa menggunakan cat pesawat buatan Akzo Nobel Coatings Ltd, yang diimpor langsung dari Selandia Baru. Menurutnya, setiap set atau satu kit cat terdiri dari 3 komponen, yakni cat dasar (base paint), hardener, dan thinner.

Soal biaya, dia tidak secara terbuka mengungkapkan. Karena menurutnya bukan semata-mata dipengaruhi oleh harga cat. Tapi juga tergantung jenis pesawat dan spesifikasinya, serta detail pengecatan.

instagram embed

"Ada yang pengecatannya full paint, nge-block satu warna. Ada juga yang perlu tochup khusus karena posisi di bodi pesawatnya kurang baik. Ini harus kita hitung," paparnya.

Selain dengan cat, untuk eksterior pesawat juga bisa menggunakan cutting sticker. Ini pun, ujarnya, spesifikasinya khusus dengan ketebalan beberapa mikron saja. "Pakai cutting sticker juga enggak sembarangan. Saya biasa pakai 3M, itu setiap part number harus tersertifikasi juga oleh 3M-nya," imbuh dia.

Variabel lain dalam menentukan biaya adalah ongkos pekerja. Selain harus tersertifikasi, berbeda jenis pesawat dan detail pengecatan yang diminta, tentu mempengaruhi ongkos kerja.

Senada dengan itu, International Aerospace Coating (IAC) yang merupakan salah satu pebisnis pengecatan pesawat kelas global, menjelaskan pengecatan sebuah pesawat biasanya menghabiskan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Sementara biayanya juga bisa sangat bervariasi. "Itu semua tergantung pada ukuran pesawat dan kesulitan permintaan desain."

Pesawat Boeing 737 milik Alaska Airlines misalnya, pernah minta bodi pesawatnya dicat dengan corak 'Toy Story' kerja sama dengan Disney-Pixar. IAC membutuhkan waktu pengerjaan hingga 21 hari penuh.

Sebagai gambaran, pengecatan pesawat penumpang biasa harganya mencapai USD 150 ribu (Rp 2,15 miliar) hingga USD 300 ribu (Rp 4,30 miliar). Sedangkan harga untuk pesawat yang lebih kecil, bisa hanya USD 50 ribu atau Rp 700 jutaan.