kumparan
8 November 2019 11:41

Cerai dari Garuda, Sriwijaya Air Angkat Dirut dan Direksi Baru

Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air Foto: Dok. Sriwijaya Air
Pemutusan kerja sama Sriwijaya Air Group dengan Garuda Indonesia, sepertinya sulit untuk dirujukkan kembali seperti keinginan Pemerintah. Apalagi seiring pengakhiran kerja sama kedua maskapai, Sriwijaya Air langsung mengangkat direksi baru.
ADVERTISEMENT
Dari salinan surat yang diperoleh kumparan, pengangkatan direksi baru Sriwijaya Air tersebut, dilakukan oleh Hendry Lie yang mengatasnamakan pemegang saham. Hendry Lie adalah saudara dari Chandra Lie. Dua bersaudara itulah pendiri Sriwijaya Air pada 2003.
Sebelum Sriwijaya Air dibelit masalah keuangan dan menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia, Hendry pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris Sriwijaya Air.
Adapun jajaran direksi baru Sriwijaya Air yang diangkat Hendry Lie, yakni Direktur Utama dijabat oleh Jefferson Irwin Jauwena. Pengangkatan berdasarkan surat bernomor 088/SK-PS/XI/2019 tertanggal 6 November 2019.
Direktur Teknik dijabat Dwi Iswantoro berdasarkan surat bernomor 089/SK-PS/XI/2019 tertanggal 6 November 2019. Sedangkan Direktur Operasional dijabat Didi Iswandy berdasarkan surat bernomor 090/SK-PS/XI/2019 tertanggal 6 November 2019.
ADVERTISEMENT
Konfirmasi kumparan ke manajemen Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia, soal pengangkatan ketiga direksi itu belum mendapat respons. Tapi Vice President Corporate Secretary Srijaya Air, Retri Maya, membenarkan hal itu.
Jajaran Direksi dan Awak Kabin Sriwijaya Air sebelum kisruh cerai dengan Garuda Indonesia pada 6 November 2019 ini. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
“Iya,” katanya singkat kepada kumparan, Jumat (8/11). Tapi dia tidak menjawab pertanyaan lain, terkait perombakan direksi ini.
Sebelum ini, pemegang saham Sriwijaya Air juga merombak susunan direksi. Pada September 2019, mereka memberhentikan sementara Joseph Adriaan Saul dari posisi dirut, Harkandri M. Dahler dari posisi direktur SDM dan pelayanan, dan Joseph Tendean dari posisi direktur komersial.
Kemudian, menunjuk Anthony Raimond Tampubolon sebagai pelaksana tugas (Plt) atas ketiga jabatan tersebut. Namun, untuk melaksanakan tugas harian Direktur Utama ditunjuk Robert D. Waloni. Selanjutnya, jabatan Plt Dirut diemban Jefferson I Jauwena.
ADVERTISEMENT
Keputusan tersebut dipersoalkan Garuda Indonesia Group, karena tak dilibatkan dalam perombakan direksi. Padahal saat itu, Sriwijaya Air dan Garuda masih terikat kerja sama manajemen (KSM).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan