kumparan
7 November 2019 20:59

Sriwijaya Irit Bicara Atas Kacaunya Penerbangan Hari Ini

Suasana di check in counter Sriwijaya Air di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (7/11/19). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Langkah Tri Asmorowati tergesa-gesa saat keluar dari ruang layanan penumpang (costumer service) Sriwijaya Air. Ruangan tersebut tepat berada di sebelah musala di luar gate 2, Terminal 2, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
ADVERTISEMENT
Dengan kesal, dia menitipkan barang-barangnya yang cukup banyak ke petugas perempuan. Lalu mengambil langkah cepat ke dalam gate.
Sambil berjalan ke dalam, dia mengatakan bahwa ingin menukarkan tiketnya ke bagian refund. Tri kecewa karena penerbangannya ke Malang dibatalkan 20 menit sebelum boarding.
Tri menjadi salah satu penumpang yang nasibnya terombang-ambing dalam penerbangan Sriwijaya Air hari ini. Sejak pagi tadi, banyak penumpang Sriwijaya Air di sini dibuat kesal. Sebab penerbangan ke beberapa daerah tujuan terlambat hingga berujung pada pembatalan yang mendadak.
Pantauan pukul 12.45 WIB, ada tiga penerbangan Sriwijaya terlambat dan satu penerbangan dibatalkan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Kamis (7/11/2019). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Pantauan kumparan, berdasarkan papan jadwal penerbangan di Terminal 2 Bandara Soetta pada pukul 12.45 WIB, tiga penerbangan Sriwijaya Air yang terlambat tujuan Lampung yang seharusnya berangkat pukul 07.15 WIB, baru bisa berangkat pukul 13.50 WIB. Itu artinya, keterlambatan mencapai 6 jam.
ADVERTISEMENT
Penerbangan kedua tujuan Nanning China yang seharusnya berangkat pukul 11.15 WIB, terlambat hingga pukul 16.15 WIB. Keterlambatan mencapai 5 jam.
Penerbangan ketiga tujuan Pontianak yang seharusnya berangkat pukul 11.25 WIB, terlambat hingga pukul 14.35 WIB. Keterlambatan mencapai 3 jam lebih.
Selain tiga penerbangan yang terlambat berjam-jam, ada satu penerbangan yang dibatalkan yakni tujuan Malang. Dalam papan penerbangan, seharusnya berangkat pukul 13.10 WIB.
Di lantai check in counter Sriwijaya, bagian pengurusan bagasi dijadikan tempat penumpang bertanya kepada petugas tentang ketidakjelasan penerbangan hari ini. Di luar gate, ruangan costumer service Sriwijaya Air yang tembus pandang terlihat beberapa penumpang duduk menunggu kejelasan.
"Pesawatnya banyak yang rusak, ada rotasi," kata Tri mengulang jawaban yang diberikan petugas kepada kumparan.
Maskapai Sriwijaya Air Foto: Shutter Stock
Jawaban itu tentu tak memuaskan dirinya yang kesal. Sebab sudah tiga kali dalam tiga bulan Sriwijaya Air membatalkan penerbangannya.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan Tri, Ria Hayatunnur Taqwa penumpang tujuan Pontianak yang pesawatnya terlambat berjam-jam malah tak mendapatkan informasi jelas kenapa penerbangannya terganggu.
kumparan mencoba mencari tahu penyebab dari kacaunya penerbangan hari ini dengan menemui manager on duty yang bertugas hari ini. Tapi, salah satu petugas mengaku tak bisa memberikan akses tersebut sebab sang manager tengah berada di belakang.
"Lagi di belakang, di apron," katanya.
Salah seorang petugas lainnya memberikan secuil informasi. Dia bilang bahwa pesawat Sriwijaya Air banyak yang rusak. Karenanya penerbangan terganggu.
"Rusak juga, kalau rotasi kan pasti kena juga. Maksudnya kalau dari Malang ke Pontianak, itu kan kalau rusak, merembet. Harusnya dari Pangkal Pinang balik ke Cengkareng, lalu balik lagi ke Pontianak, mau ke Malang kan rutenya sama. Pesawatnya ada perbaikan, masuk bengkel. Sementara enggak bisa digunakan," katanya.
ADVERTISEMENT
Saat ditanya tentang putusnya hubungan kerja sama Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia, petugas tersebut enggan berkomentar. Menurutnya, yang berwenang menjawab adalah pihak manajemen.
"Itu masalah internal, saya enggak tahu juga. Tapi memang ada yang masuk hanggar juga, jadi enggak bisa dipaksakan. Jadi imbasnya ke flight. Semalam ada juga Makassar yang delay," kata dia.
Sementara pejabat struktural Sriwijaya Air, mulai dari kehumasan, sekretaris perusahaan, direksi, hingga komisaris tak ada yang mengangkat telepon kumparan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan