Kumparan Logo

Cerita Dua Coffee Buka Gerai di Cipete hingga Washington

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gerai Dua Coffee di Washington DC, Amerika Serikat. Foto: Dok. Dua Coffee
zoom-in-whitePerbesar
Gerai Dua Coffee di Washington DC, Amerika Serikat. Foto: Dok. Dua Coffee

Kafe untuk ngopi menjadi tempat yang banyak dicari orang, untuk bertemu klien, mengerjakan tugas, atau sekadar menghabiskan waktu menyesap nikmatnya cita rasa secangkir kopi. Minuman yang memiliki bau khas ini memang banyak digandrungi terutama oleh anak muda.

Adalah Dua Coffee, salah satu dari banyak tempat ngopi di Indonesia yang menyajikan berbagai varian kopi yang khas. Berdiri pertama kali di Cipete, Jakarta Selatan, tempat ngopi ini kini berhasil membuka toko di Washington DC, Amerika Serikat.

Dua Coffee sendiri didirikan oleh Omar Karim Prawiranegara bersama Rinaldi Nurpratama, yang merupakan kakak dari penyanyi Raisa Andriana. Konsep tempat ngopi mereka bernuansa seperti menyesap kopi di rumah sendiri, homey dan nyaman dengan bangunan yang didominasi warna coklat dari kayu dan material dari bahan besi. Belum lagi, bangku-bangku terbuat dari kayu, besi, dan sofa.

Gerai Dua Coffee di Washington DC, Amerika Serikat. Foto: Dok. Dua Coffee

Lantas bagaimana tempat ngopi di Cipete ini bisa terbang sampai ke Negeri Paman Sam?

Omar bercerita, kesempatan itu datang ketika mereka diundang Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengisi booth Indonesia yang ada di acara Neywork Times Travel Fair beberapa tahun lalu. Saat itu mereka diminta untuk menyeduh biji kopi Indonesia untuk menarik perhatian turis mancanegara.

Para pengunjung terkesan dengan kopi yang mereka seduh. Salah satu media di sana yakni Voice of America (VOA) mengundang mereka ke Washington dan mewawancarainya.

"Di sana kami bertemu salah satu Team VOA Kang Irfan Ihsan yang dalam kunjungan di sana menawarkan posibility untuk membuka cabang di DC. Dari obrolan santai akhirnya kami berpartner dengan Kang Irfan dan istrinya (Vivit Kavi) untuk membuka di DC," kata Omar bercerita pada kumparan, Senin (9/9).

Gerai Dua Coffee di Washington DC, Amerika Serikat. Foto: Dok. Dua Coffee

Berawal dari obrolan itu, kemudian Omar dan Rinaldi mengurus perizinan pada Februari 2017, mulai dari mendirikan PT hingga menyewa tempat yang pas. Menurut dia, bagian paling menantang ketika mendirikan tempat ngopi di AS adalah mengurus sertfikasi tempat yang dibutuhkan.

Kata dia, ada banyak tahapan dan melewati inspeksi dari berbagai departemen seperti plumbing, fire department, electrical, health department, dan lainnya. Selebihnya, kata Omar, berjalan lancar.

Bersaing dengan Starbucks

Sebagai pendatang baru di Washington DC, Omar mengatakan Dua Coffee dikelilingi banyak toko kopi populer. Mulai dari Starbucks hingga Pret A Manger yang menjadi tetangga mereka di sana.

Gerai Dua Coffee di Washington DC, Amerika Serikat. Foto: Dok. Dua Coffee

Meski begitu, Dua Coffe tak ciut nyali sebab berdasarkan riset mereka, peluang untuk mengenalkan cita rasa kopi Indonesia yang kaya rasa masih besar. Jika boleh dibandingkan, kata Omar, variasi biji kopi yang disangrai big chain seperti Starbucks menghasilkan biji yang cukup gelap dan sangat pahit.

"Sedangkan Dua Coffee mencoba menawarkan light to medium roast di mana dapat dirasakan aneka rasa misal buah-buahan atau jasmine dan lainnya. Terbukti, ketika kita seduh mereka mengira itu teh dan banyak yang langsung menjadi pelanggan tetap kami setiap paginya," ucap Omar.

Dengan racikan kopi yang ditawarkan, Dua Coffee melayani kurang lebih 750 pax per hari sejak hari pertama buka. Selain kopi, para pengunjung di sana juga senang dengan pisang goreng dan beberapa makanan khas Indonesia lainnya. Meski toko kopi mereka ramai, sayangnya Omar enggan berbagi omzet yang didapat Dua Coffee.

Gerai Dua Coffee di Washington DC, Amerika Serikat. Foto: Dok. Dua Coffee

Untuk melayani para pengunjung, Omar mengatakan di sana memiliki 6 barista yang terdiri atas dua orang Indonesia dan selebihnya warga Amerika Latin dan Amerika. Mereka dibayar USD 13,5 atau setara Rp 189.000 per jamnya (kurs Rp 14.000).

Kini, Dua Coffee mendapatkan beberapa tawaran untuk membuka gerai baru di negara bagian lain di Amerika Serikat, seperti California dan Orlando di negara bagian Florida. Tapi hingga 6 bulan ke depan, dia ingin fokus pada gerai yang ada di Washington.

"Untuk negara (bagian) lain ada rencana namun negaranya masih kita rahasiakan, karena masih dalam proses research. Mudah-mudahan bisa terwujud di tahun 2020. Doakan saja," jelas dia.

Di Indonesia sendiri saat ini Dua Coffee sudah memiliki tiga gerai, yakni di Head Quarter Dua Coffee di Cipete, di Jalan Taman Cempaka Riau, Bandung, dan di Bintaro. Oktober mendatang mereka bakal buka di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.