Kumparan Logo

Cerita Fresh Graduate Mencari Kerja, Harus Bersaing dengan Korban PHK

kumparanBISNISverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pencari kerja. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pencari kerja. Foto: Pixabay

Langsung mendapat pekerjaan setelah menyelesaikan kuliah bisa saja menjadi keinginan para fresh graduate. Namun, kondisi saat ini membuat keinginan tersebut tak mudah diwujudkan.

Para fresh graduate tahun ini harus menghadapi tantangan susahnya mencari pekerjaan di tengah pandemi COVID-19. Hal tersebut seperti yang dialami Safira Andarini.

Safira baru lulus dari Universitas Indonesia (UI) pada Agustus dan wisuda Oktober 2020. Sebelum wisuda, ia sudah mulai mencari pekerjaan. Safira mengakui banyak tantangan dalam upayanya tersebut.

“Sejauh ini banyak tantangannya, soalnya kita kan bersaing sama yang di-PHK kan, mereka sudah punya pengalaman banyak dari pada yang fresh graduate itu,” kata Safira saat dihubungi kumparan, Kamis (12/11).

Dampak pandemi memang membuat jutaan karyawan harus menerima nasib di-PHK oleh perusahaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia selama Agustus 2020 juga meningkat mencapai 9,77 juta orang atau naik 2,67 juta dibandingkan Agustus 2019.

Ilustrasi gagal wawancara kerja. Foto: Shutter Stock

Meski begitu, Safira tidak tinggal diam. Ia mencari lowongan kerja mulai dari Linkedin, sosial media, sampai job fair yang digelar di UI. Ia mengirimkan lamarannya ke startup, perbankan, hingga BUMN. Kondisi serupa juga dialami oleh teman-teman Safira semasa kuliah.

“Iya kemarin pas ngambil ijazah ke kampus kan ketemu temen-temen gitu, terus mereka sharing-sharing ternyata enggak saya saja yang susah banget nyari kerja,” ujar Safira.

Sembari menunggu mendapatkan pekerjaan, Safira mengaku berpikir untuk memulai usaha terlebih dahulu. Namun, ia mengatakan masih belum menemukan usaha atau barang apa yang akan dijualnya.

Di masa pandemi ini memang banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan dengan berjualan. Sehingga produk yang ditawarkan harus siap bersaing.

kumparan post embed

“Sempat sih kepikiran bikin usaha tapi kayak bingung jualannya apa, misalkan kalau makanan, kan saya suka masak tapi kayak masakan yang bisa saya bikin itu sudah banyak yang jual gitu, jadi takutnya enggak ada ciri khasnya,” ungkap Safira.

Lebih lanjut, Safira mengatakan memang ada pilihan untuk memilih studi ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, ia menegaskan masih ingin bekerja lebih dulu.

“Sejauh ini sih mau nyari kerja dulu, kalau lanjut sekolah mungkin kerja dulu terus nabung dulu, syukur-syukur kalau dapat beasiswa,” terang Safira.

Apa yang dihadapi Safira tentu banyak juga dirasakan oleh para fresh graduate lainnya. Setidaknya, Safira sudah berupaya sebisa mungkin berjuang di situasi sulit ini. Harapannya tentu agar bisa mewujudkan keinginannya. “Yang penting sudah usaha,” tutur Safira.