Cerita Petani Milenial ke Jokowi: 3 Tahun Tanam Porang, Pulang Bisa Bawa Mobil

19 Agustus 2021 22:35 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden dengarkan cerita petani milenial soal prospek cerah porang. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev
zoom-in-whitePerbesar
Presiden dengarkan cerita petani milenial soal prospek cerah porang. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi berdialog dengan para petani milenial di sela kunjungan kerjanya di Madiun, Jawa Timur. Di antara petani milenial yang ikut diskusi, ada yang bertanam porang dan berbagi kisah suksesnya membudidayakan umbi-umbian andalan ekspor itu.
ADVERTISEMENT
Adalah Yoyok Triyono, petani milenial yang sudah jadi generasi ketiga bertanam porang. Menurutnya, usai menamatkan sekolah dia tak ke kota mencari kerja, namun mengikuti jejak kakek dan ayahnya bertanam porang.
"Petani milenial, petani muda di desa kami di Madiun, kalau zaman dulu lulus sekolah cari kerja di kota. Kalau sekarang tidak Pak, lulus sekolah jadi petani porang. Tiga tahun berjuang bertani porang, setelah tiga tahun bawa pulang mobil," papar Yoyok di hadapan Presiden Jokowi, Kamis (19/8).
Dialog Presiden Jokowi dengan para petani milenial itu, berlangsung di sela kunjungannya ke PT Asia Prima Konjac di Madiun, Jawa Timur. Perusahaan ini merupakan salah satu industri pengolahan dan eksportir porang.
Mentan Syahrul Yasin Limpo meninjau budidaya tanaman porang di Madiun, Jatim. Foto: Kementan RI
Kepada Presiden Jokowi, Yoyok memaparkan betapa menggiurkannya prospek bercocok tanam umbi-umbian yang sedang naik daun tersebut. Hal ini pun telah menarik minat anak-anak muda di Madiun untuk menggelutinya.
ADVERTISEMENT
"Kalau dengar ceritanya yang terakhir tadi, semua ingin jadi petani porang jangan-jangan nanti," jawab Presiden Jokowi diiringi gelak tawa para petani yang hadir.
Yoyok baru mulai menanam porang dari 2010 dan awalnya hanya memiliki lahan seluas 0,3 hektare yang merupakan warisan dari ayahnya. Sekarang, luas lahan yang dimiliki Yoyok telah mencapai tiga hektare.
Menurutnya, porang adalah komoditas yang sangat menjanjikan karena tidak hanya umbinya saja yang laku. Selain itu, porang juga cukup mudah untuk ditanam.
Presiden Jokowi saat meninjau fasilitas pabrik pengolahan porang PT Asia Prima Konjac, Kamis (19/08/2021). Foto: BPMI Sekretariat Presiden/Laily Rachev
"Alhamdulillah (tahun) 2020 Pak Menteri sudah melepas varietas Madiun 1 dan penangkarnya kami semua, Pak. Jadi budidaya tanaman porang tanam sekali, bisa dipanen tahun kedua atau tahun ketiga. Setelah itu bertahap setiap tahun tanpa harus tanam lagi," jelas Yoyok.
ADVERTISEMENT
Sementara itu Warsito, seorang petani dari lereng Gunung Wilis bercerita kepada Presiden bahwa dari satu hektare lahan, ia bisa memperoleh 15 hingga 20 ton umbi porang dalam rentang waktu tanam 8 bulan.
"Dari angka itu rupiahnya berapa kalau boleh tahu?" tanya Presiden Jokowi.
"Kurang lebih sekitar Rp 35-40 juta," jawab Warsito.
Di akhir dialog tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pemerintah ingin membangun sebuah ekosistem yang saling menguntungkan di mana selain masyarakatnya untung, lingkungan sekitarnya juga dapat terjaga dengan baik.