Kumparan Logo

China Masih Dominasi Pangsa Ekspor-Impor Indonesia

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China masih pangsa pasar ekspor maupun impor Indonesia. Pada Maret 2021, ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu itu mengalami kenaikan mencapai USD 774,6 juta lebih besar dibandingkan negara lain.

"Pertama ekspor kita ke Tiongkok pada Maret 2021 ini meningkat sebesar USD 774,6 juta," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/3).

Selain ke China, ekspor Indonesia pada bulan lalu juga mengalami kenaikan ke sejumlah negara. Di urutan kedua ada India yang naik USD 519,5 juta, Amerika Serikat (AS) naik USD 212,6 juta, Jepang naik USD 177,7 juta, dan Singapura USD 132 juta.

"Sebaliknya dengan beberapa negara ekspor kita mengalami penurunan. Ke Taiwan mengalami penurun USD 111,5 juta, sementara ke Estonia, Selandia Baru, Guinea, dan Australia juga mengalami penurunan tetapi sangat tipis dibandingkan peningkatan ekspor kita," jelasnya.

Jika dirinci lebih lanjut, pangsa pasar ekspor nonmigas pada Maret 2021 juga masih didominasi oleh China, sebesar USD 3,73 miliar atau 21,36 persen. Selanjutnya, pangsa pasar ekspor Indonesia adalah AS sebesar USD 2,07 miliar, dan Jepang sebesar USD 1,38 miliar.

"Posisi ini tidak berubah, sama persis dengan posisi bulan lalu. Negara tujuan ke Tiongkok pada bulan ini sumbangannya sebesar 21,36 persen dan komoditas utama yang kita ekspor ke Tiongkok besi dan baja,bahan bakar mineral, kemudian lemak dan minyak hewan dan nabati," jelas Suhariyanto.

Kontainer yang sedang di bongkar muat di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Selain ekspor, pangsa pasar utama impor juga masih diduduki oleh China. Adapun nilainya mencapai USD 3,98 miliar atau 27,44 persen dari total impor USD 16,79 miliar di Maret 2021.

"Pangsa impor tidak berubah, masih dari Tiongkok yang pertama, disusul Jepang, dan Korea Selatan," ujarnya.

Selain itu, pangsa pasar impor selanjutnya adalah Jepang dengan 8,78 persen atau setara USD 1,27 miliar, Korea Selatan sebesar 7,24 persen atau setara USD 1,05 miliar, dan Singapura 5,78 persen atau setara USD 0,84 miliar.

Sementara pangsa impor dari ASEAN mencapai 18,9 persen atau setara USD 2,74 miliar dan Uni Eropa sebesar 5,92 persen atau setara USD 860 juta.

Dengan data-data BPS tersebut, China masih menduduki posisi utama sebagai pangsa pasar ekspor dan impor Indonesia di Maret 2021.

"Pada bulan lalu, pangsa impor utama kita itu Tiongkok, Jepang, dan Thailand, yang sekarang digeser oleh Korea Selatan," tambahnya.