Kumparan Logo

CIMB Niaga Syariah Sebut Spin Off Unit Usaha Syariah Kontra Produktif

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media Training & Outing yang diselenggarakan CIMB Niaga Syariah di Denpasar, Kamis (25/8/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Media Training & Outing yang diselenggarakan CIMB Niaga Syariah di Denpasar, Kamis (25/8/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Saat ini Unit Usaha Syariah atau UUS tengah menghadapi tenggat untuk melakukan spin off dari Bank Induknya pada tahun 2023 sesuai amanat UU No 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Head of Syariah Business Banking CIMB Niaga Syariah, Riboet Budiono mengatakan dampak spin off bagi UUS yang sangat terasa sekali adalah dari sisi dana pihak ketiga.

"Kalau sampai spin off mungkin akan terjadi pergerakan yang cukup masif yaitu penarikan dana-dana pihak ketiga. Kalau dana-dana pihak ketiga dari perusahaan yang besar itu keluar maka kita harus cari penggantinya ke dana-dana yang mungkin sedikit mahal," kata Riboet dalam Media Training & Outing yang diselenggarakan CIMB Niaga Syariah di Denpasar, Jumat (26/8).

Dampak dari dana pihak ketiga yang mahal ini, lanjut Riboet, secara langsung akan berdampak ke cost of fund dan pendapatan pembiayaan UUS.

Sementara, Head of Syariah Consumer CIMB Niaga Syariah, Bung Abdillah menilai spin off akan berdampak pada UUS di mana akan mengalami kesulitan dalam melakukan branding.

"Kalau spin off, aktivitas branding sulit, induk usaha bisa menaikkan nama branding dari UUS. CIMB Niaga Syariah untuk punya brand yang kuat bisa menggunakan brand CIMB Niaga yang sangat besar itu," ujar Abdillah.

Sebelumnya, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara mengatakan bahwa model bisnis seperti UUS membuat operasional perbankan syariah lebih efisien dan pada gilirannya pertumbuhan bisnis juga akan semakin pesat.

Dari data yang ia paparkan, dalam enam tahun terakhir pertumbuhan perbankan Syariah tanpa UUS hanya akan mencapai 13 persen (CAGR), namun dengan kontribusi UUS pertumbuhan rata-rata dipercepat menjadi 15 persen.

“Dengan model operasional yang memanfaatkan platform sharing dari Bank Induk seperti jaringan kantor cabang, infrastruktur IT dan digital, hingga sumber daya manusia, maka kegiatan bisnis dan operasional di UUS menjadi lebih efisien, sehingga pertumbuhan bisnis menjadi lebih cepat," kata Pandji.