Kumparan Logo

Commuter Line Tambah 186 Unit Mesin Tiket Mandiri

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Commuter Line tambah 186 mesin tiket mandiri (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Commuter Line tambah 186 mesin tiket mandiri (Foto: Jihad Akbar/kumparan)

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) menambahkan 186 vending machine atau mesin tiket mandiri. Direktur Utama KCJ Muhammad Nurul Fadhila mengatakan, mesin terbaru ini akan dipisahkan antara transaksi Kartu Multi Trip (KMT) dan Tiket Harian Berjaminan (THB).

Fadhil mengatakan, pembedaan ini dilakukan agar calon penumpang antara KMT dan THB tak bercampur. KCJ menargetkan, sepanjang 2017 akan menambahkan vending machine secara bertahap hingga 400 unit.

"Loket manual yang ada di stasiun itu akan mulai dikurangi," kata Fadhil di Kantor KCJ, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).

Sebelum penambahan unit vending machine dilakukan, Fadhil mengungkapkan, dari tahun 2015 lalu baru ada 13 stasiun yang memiliki vending machine. Dengan adanya penambahan itu maka akan ada 56 stasiun yang memiliki fasilitas vending machine.

Commuter Line tambah 186 mesin tiket mandiri (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Commuter Line tambah 186 mesin tiket mandiri (Foto: Jihad Akbar/kumparan)

"Jadi total stasiun KRL itu ada 75, yang sudah ada vending machine 56 stasiun," tambahnya.

Stasiun KRL yang akan memiliki vending machine antara lain stasiun Kebayoran, Parungpanjang, Maja, Cibinong, Jatinegara, Duren Kalibata serta seluruh stasiun layang dari Cikini hingga Jayakarta.

Sementara itu yang perlu diperhatikan calon penumpang adalah sensor vending machine seri terbaru produksi tahun 2017 ini terbilang sensitif. Mesin tidak dapat membaca uang lusuh, robek, dan uang berselotip. Penggunaan vending machine juga otomatis akan mengurangi operasional jumlah petugas tiket di masing-masing stasiun.

"Bagaimana dengan yang gagap teknologi? Kami tetap menempatkan petugas, untuk membantu penumpang, kami tidak akan lepas," kata Fadhil.