Kumparan Logo

Corona Telan Korban Pekerja, 1.200 Pegawai Kontrak PT Kahatex Dirumahkan

kumparanBISNISverified-green

comment
16
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pabrik tekstil. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pabrik tekstil. Foto: Getty Images

Ribuan karyawan kontrak yang bekerja di perusahaan tekstil PT Kahatex dipastikan bakal dirumahkan sementara waktu. Kepala Bagian Umum PT Kahatex, Luddy Sutedja, menuturkan bahwa terdapat sekitar 1.200 karyawan yang dirumahkan. Mereka merupakan karyawan yang kontraknya habis pada bulan Maret 2020. Adapun perumahan karyawan itu dilakukan secara bertahap mulai Sabtu (21/3).

"Kita kan nyicil ya 1.200 karyawan yang ada itu dicicil setiap hari ada 300, ada 200 jadi dihitungnya seperti itu," kata dia ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (27/3).

Luddy menjelaskan, keputusan merumahkan karyawan didasarkan atas surat edaran yang dikeluarkan Bupati Sumedang, Doni Ahmad Munir. Menurut dia, bupati mulanya pada poin pertama surat edaran menganjurkan agar melakukan penutupan di dunia usaha untuk mencegah penyebaran wabah corona. Namun, pihak perusahaan keberatan dan memilih untuk mematuhi imbauan pada poin kedua.

Adapun poin kedua, kata Luddy, berisi anjuran agar perusahaan mengurangi aktivitasnya. Maka dari itu, diputuskan dilakukan perumahan karyawan agar tidak ada yang dirugikan. Bila sistem produksi langsung dihentikan, dikhawatirkan bakal merugikan perusahaan. Selain itu, bila karyawan diliburkan pun mesti ada upah yang dibayarkan kepada mereka.

kumparan post embed

"Karena ada kalimat seperti itu maka kami mulai berpikir bagaimana supaya tidak saling merugikan. Kalau kita langsung stop produksi kan kita kan Kahatex rugi juga, kalau karyawan kita diliburkan, otomatis kan selama libur upahnya harus dibayar, makanya Kahatex melakukan perumahan sementara untuk karyawan yang masa kerjanya kontraknya habis di bulan ini," terang dia.

"Karena masa kerjanya habis di bulan Maret, otomatis kita off dulu tidak dilakukan perpanjangan, nah karena tidak dilakukan perpanjangan otomatis tidak ada hak yang harus kita berikan ke karyawan, poinnya itu. Kemudian karyawan kita berikan jaminan bahwa anda boleh bekerja kembali setelah 21 hari," lanjut dia.

Hingga kini, masih terdapat sekitar 200 hingga 300 karyawan kontrak yang belum dirumahkan. Apabila dihitung, kemungkinan mereka bakal bisa bekerja kembali pada pertengahan bulan April. Dia berharap wabah corona bisa segera berlalu dan perusahaan dapat kembali menjalankan aktivitas sebagaimana biasanya.

"Semoga masalah ini cepat berlalu ya. COVID-19 cepat tertangani semuanya selesai, kita semuanya bisa bekerja dengan baik kembali," jelas dia.

Warga beraktivitas di depan pintu masuk Pasar Tanah Abang yang tutup di Jakarta Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Luddy mengungkapkan, corona berdampak begitu besar pada perusahaan terutama dalam proses perdagangan. Kini, PT Kahatex tidak dapat mengirim barang karena diberlakukan sistem lockdown di negara pembeli. Dengan demikian, memproduksi barang secara terus-menerus dinilai percuma.

"Jelas, dampak ekonomi iya Kahatex tidak bisa melakukan perdagangan kan otomatis. Kita kirim barang enggak bisa ke buyer kita karena di-lock semua. Kita produksi banyak-banyak juga percuma, karyawan kita banyak di sini juga nanti justru stok makin banyak. Makanya kita secara bertahap mulai dari karyawan kontrak dulu kita rumahkan," pungkas dia.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!