Darmin Bersyukur Ada Impor Jagung Agar Harga Pakan Ternak Murah

Pemerintah telah meneken impor jagung untuk pakan ternak maksimal 130 ribu ton pada tahun ini. Keran impor dibuka dengan alasan untuk menyelamatkan harga pakan ternak ayam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, impor jagung perlu dilakukan agar harga pakan ternak ayam murah. Sebab, kata dia, jika tidak dilakukan impor maka harga pakan bisa melonjak tajam.
"Syukur ada impor, itu kalau enggak (impor), harganya bisa Rp 8.000 per kilogram," kata dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (22/1).

Menurut dia, meskipun masuk musim panen, impor jagung untuk pakan ternak akan tetap dilakukan. Alasannya, banyak peternak ayam skala kecil seperti di Blitar misalnya, tidak memiliki gudang penyimpan jagung.
Selain itu, jagung untuk pakan ternak juga dinilai akan berpengaruh pada keberlangsungan gizi masyarakat Indonesia yang didapat dari telur ayam.
"Kamu pernah pergi ke Blitar? (Peternaknya) kecil-kecil. Dia enggak punya gudang untuk simpan jagung. Jadi setiap beli jagung buat sebulan, dia campur macam-macam. Kalau harga naik, dia kena. Sementara masyarakat kita proteinnya paling banyak dari apa? Dari telur ayam," tutur dia.
