Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Defend ID Cetak Pendapatan Usaha Sebesar Rp 26,06 T, Naik 3,35 Persen pada 2024
27 Februari 2025 12:15 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertahanan, Defend ID mencetak pendapatan usaha sepanjang tahun 2024 sebesar Rp 26,06 triliun atau tumbuh 3,35 persen dari tahun 2023.
ADVERTISEMENT
Total pendapatan usaha sebesar Rp 26,06 tersebut berasal dari PT Pindad menyumbang 28 persen, PT Len Industri menyumbang 24 persen, PT Dahana 14 persen, PT Dirgantara Indonesia 19 persen, dan PT PAL menyumbangkan 15 persen.
Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan menjabarkan laporan keuangan tahun 2024 saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR.
Dari total pendapatan tersebut khusus di sektor pertahanan mencetak USD 1,13 miliar atau Rp 18,13 triliun (69, 56 persen) sepanjang 2024.
Dengan perincian PT Len memasok elektronik pertahanan total Rp 4,92 triliun, PT Pindad memasok senjata, munisi, dan kendaraan khusus sebesar Rp 4,89 triliun, PT Pal memasok produk kapal perang Rp 3,73 triliun, PT Dahana menyediakan peralatan pertahanan (defense related) Rp 0,13 triliun, dan PT Dirgantara memasok pesawat terbang, helikopter, MRO, dan servis teknik sebesar Rp 4,50 triliun.
ADVERTISEMENT
"Revenue kita di tahun 2024 sektor pertahanan setara USD 1,13 billion, dengan itu kami punya prestasi top 74 Global Defence Company, total ekspor Rp 2,1 triliun" ucap Joga Dharma, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/2).
Sementara itu pendapatan untuk sektor non-pertahanan mencetak Rp 7,94 triliun, dengan persentase 30,45 persen. Rinciannya, PT Len memasok perlengkapan sinyal perkeretaapian, energi baru dan terbarukan, ICT, dan sistem navigasi sebesar Rp 1,35 triliun.
Berikutnya PT Pindad menyediakan alat berat, mining service, dan infrastruktur perhubungan sebesar Rp 2,32 triliun, PT Pal memasok rekayasa umum dan harkan Rp 0,30 triliun, PT Dahana sediakan manufaktur eksplosif, dan drilling and blasting mencapai Rp 3,58 triliun, dan PT Dirgantara memasok aerostruktur, dan produk servis pendukung Rp 0,40 triliun.
ADVERTISEMENT
"Realisasi EBITDA tahun 2024 turun sebesar 12,8 persen dari tahun 2023 dengan nilai Rp 2,4 T," lanjut Joga.
Selain EBITDA, kinerja laba bersih 2024 terpantau turun 3,66 persen dari tahun sebelumnya dengan nilai sebesar Rp 699,6 miliar dengan Net Profit Margin (NPM) sebesar 2,68 persen.
Lebih lanjut, posisi keuangan BUMN Industri Pertahanan tahun 2024 ini memiliki arus kas operasi Rp 1,61 triliun, total aset Rp 67,27 triliun, utang berbunga ada Rp 14,98 triliun, dan ekuitas sebesar Rp 16,84 triliun atau naik 5,8 persen (year on year/yoy) 2023.
Dari sisi perbaikan keuangan, Defend ID telah menyelesaikan proses restrukturisasi utang perbankan senilai Rp 2,5 triliun di PT Dirgantara Indonesia, dengan perolehan kategori tingkat kesehatan BBB+ atau sehat untuk konsolidasi holding.
ADVERTISEMENT