DEN Sebut Family Office di Bali Masih Tahap Perencanaan, Belum Perlu Anggaran

16 Oktober 2025 11:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu di JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu di JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menyebut rencana pembentukan pusat keuangan regional dengan konsep family office di Bali, masih dalam tahap perencanaan. Tahap tersebut, kata Mari, belum perlu anggaran.
ADVERTISEMENT
Pernyataan ini merespons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menegaskan tak akan mendanai proyek family office menggunakan APBN.
“Itu kan kalau melakukan perencanaan belum ada keperluan anggaran. Itu kan tergantung peraturannya,” kata Mari ditemui di JS Luwansa, Jakarta Selatan pada Kamis (16/10).
Ia juga mengatakan pembentukan family office sudah direncanakan dari lama. Meski demikian, DEN masih merumuskan bentuk yang tepat untuk pusat keuangan ini.
“Saya mengatakan family office itu sudah dibahas beberapa, sudah cukup lama dibahas. Masih dalam pembahasan dan sedang disusun apa sih bentuk policy yang tepat untuk itu bisa dijalankan,” ujarnya.
Selain itu, pembentukan family office juga memerlukan regulasi dan peraturan baru serta beberapa perbaikan dari aspek hukum.
ADVERTISEMENT
“Yang ini yang sedang dibahas, direncanakan, dan ada aspek-aspek hukum yang perlu diperbaiki ya. Khusus untuk bisa menjalankan family office. Jadi kita tunggu saja ya,” kata Mari.
Purbaya sebelumnya mempersilakan DEN melanjutkan proyek tersebut jika memiliki pembiayaan sendiri, tanpa harus melibatkan APBN. “Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun aja sendiri. Saya anggarannya (APBN) enggak akan alihkan ke sana,” tegasnya.