Di Tengah IHSG yang Masih Melemah, Musim Bagi Dividen Jadi Sumber Cuan Investor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah pada perdagangan Rabu (8/7). Hingga sekitar pukul 10.46 WIB, IHSG melemah 61,148 poin atau 1,02 persen ke level 5.925,349.
Indeks sempat dibuka turun ke level 5.971,750 dan bergerak di kisaran 5.897,904 hingga 5.984,473 dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,24 triliun.
Di tengah pelemahan IHSG, investor masih memiliki potensi memperoleh cuan dari musim pembagian dividen emiten yang mulai cair sepanjang Juli 2026. Sejumlah emiten berkapitalisasi besar dijadwalkan menyalurkan dividen tunai kepada pemegang saham pada 10 Juli mendatang.
Salah satunya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang membagikan dividen sebesar Rp 1,32 triliun atau 45 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Sisanya sebesar Rp 1,61 triliun atau 55 persen ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha dan keberlanjutan bisnis.
PT Blue Bird Tbk (BIRD) juga bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp 166 per saham atau setara 65,3 persen dari laba bersih 2025. BIRD sebelumnya mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun, meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus menjadi yang tertinggi sejak Blue Bird melantai di BEI. Dividen BIRD akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 10 Juli 2026.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga masuk dalam daftar emiten yang akan membayar dividen pada 10 Juli 2026. Emiten tambang pelat merah ini mengalokasikan dividen sebesar Rp 5,04 triliun atau Rp 210 per saham yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025.
Pada tanggal yang sama, 10 Juli 2026, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) merealisasikan pembagian dividen tunai sekitar Rp 21,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 17,8 triliun berasal dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang telah disetujui dalam RUPS.
Sementara, PT Timah Tbk (TINS) juga menjadwalkan pembayaran dividen pada 10 Juli 2026. Emiten anggota holding pertambangan MIND ID tersebut membagikan dividen Rp 656,8 miliar dari laba tahun buku 2025 atau Rp 88,189 per lembar saham.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga membagikan dividen tunai dengan nilai maksimal Rp 300 miliar kepada pemegang saham, dengan pembayaran dividen dijadwalkan pada 24 Juli 2026. Dividen berasal dari sebagian saldo laba per 31 Desember 2025 yang belum ditentukan penggunaannya.
Pada 24 Juli 2026, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga akan membayar dividen tunai sebesar USD 30,5 juta dari laba bersih tahun buku 2025 yang telah disetujui dalam RUPS.
Selanjutnya, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menjadwalkan pembayaran dividen pada 31 Juli 2026. Perseroan bakal membagikan dividen sebesar Rp 25,6 per saham atau setara Rp 2,08 triliun, yang mencerminkan 98 persen dari laba bersih perusahaan.
