Dian Sastro Cs Unggah Surat ke Jokowi, Bioskop di RI Sudah Rugi Triliunan Rupiah

Sejumlah artis tanah air dari Dian Sastro hingga Sherina Munaf pada Jumat (5/3) lalu mengunggah surat terbuka dari insan perfilman untuk Presiden Jokowi. Dalam surat itu diungkap kondisi industri perfilman Indonesia yang kian terpuruk, termasuk bioskop-bioskop yang menjadi ruang pemutaran film.
Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin, mengatakan saat ini sudah tak terhitung jumlah bioskop yang buka tutup atau sudah benar-benar gulung tikar.
Pasalnya, tak berproduksinya industri film juga membuat mereka kian sepi kunjungan. Belum lagi tingkat kepercayaan masyarakat yang kian tergerus. Alhasil, satu bioskop kini mesti menanggung kerugian antara Rp 80 juta hingga Rp 150 juta per bulan.
"Satu lokasi paling kurang ada yang Rp 150 juta, satu bioskop Rp 150 juta paling kurang. Ada yang independen Rp 80 juta sebulan," jelas Djonny kepada kumparan, Minggu (7/3).
Ini belum dihitung dengan total bioskop yang tersebar di 280 lokasi dan sekitar 2 ribu layar yang biasanya beroperasi di hari normal. Jika dikalikan, kata Djonny, kerugian keseluruhan sudah barang tentu mencapai puluhan triliun.
Karena itu, lanjutnya, mereka juga ambil bagian dalam surat yang dilayangkan insan perfilman Indonesia. Secara khusus, ia meminta agar diberi insentif yang selama ini diharapkan, terutama keringanan sewa gedung dan listrik.
"Kita ratusan tahun bioskop isi pundi-pundi kas daerah. Kalau enggak ada insentif, pasrah tutup permanen aja udah," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, para insan perfilman dari berbagai asosiasi pun meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat terbuka tersebut juga diposting ulang oleh aktris kenamaan Indonesia, Dian Sastrowardoyo. Melalui akun instagramnya @therealdisastr, Dian membubuhkan caption pada unggahan surat terbuka itu.
“SURAT UNTUK PRESIDEN. Film Indonesia adalah milik kita semua, yang telah menjadi sahabat di banyak waktu, menjadi perekam banyak peristiwa bangsa untuk bisa kita jadikan renungan di kemudian hari. Membuat kita tertawa, terharu, terhibur, bahkan memandang diri kita,” tulis Dian Sastro mengawali caption dalam postingannya, Sabtu (6/3).
Dian menyatakan sebelum pandemi melanda, perfilman Indonesia sedang menuju puncak kejayaannya. Hal tersebut merupakan sebuah pencapaian positif sebagai hasil kerja keras dari puluhan ribu pekerja industri film Tanah Air. Bagi Dian, Film Indonesia telah berhasil membawa wajah Indonesia ke penjuru dunia.
Sayangnya semua prestasi tersebut musnah akibat pandemi COVID-19. Dian pun menyatakan kerinduannya serta seluruh insan perfilman Tanah Air untuk bisa kembali berkarya. Namun di masa yang sulit ini, Dian mengatakan industri film butuh uluran tangan dan perhatian pemerintah.
“Film Indonesia bukan saja hiburan, tapi juga penyandang budaya. Kami ingin kembali bisa berkarya, untuk bisa menginspirasi dan membuka mata. Kami memohon dukungan Bapak Presiden Joko Widodo @jokowi. Dan seluruh rakyat Indonesia. #FilmlndonesiaFilmKita,” ujarnya.
Mengutip postingan Dian Sastro, dalam surat terbuka itu, para insan film mengaku sangat terpukul karena pandemi. Bahkan kini mereka tengah kesulitan bertahan hidup.
“Seperti juga berbagai sektor industri lain, industri film kini mengalami pukulan keras di tengah pandemi Covid-19. Puluhan ribu pekerjanya kesulitan bertahan hidup akibat proses pra hingga pasca produksi film yang terhambat,” tulis para insan film.
Mereka mengatakan industri film saat ini sudah kehilangan potensi pemasukan terbesarnya, karena bioskop kesulitan bertahan di tengah pandemi. Sebab meski sudah diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas hanya 50 persen, ternyata masyarakat masih takut pergi ke bioskop.
Akibatnya karyawan bioskop yang besar jumlahnya dan tersebar di seluruh Indonesia makin terancam kehilangan pekerjaan. Sementara itu, pembajakan film yang di masa pandemi ini kian merajalela. Hal ini pun mengancam masa depan industri film Indonesia. Padahal selama ini industri film diklaim telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.
