Dirut BPJS Kesehatan Temui Luhut, Bahas Masalah Defisit

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menaruh perhatian terhadap defisit BPJS Kesehatan yang terjadi sepanjang tahun.
Karenanya, dia memanggil Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, untuk mengadakan rapat di kantornya pada sore hari ini. Dari pantauan kumparan, Fachmi mulai datang sejak pukul 14.15 WIB.
Lalu, apa yang dibahas keduanya?
“Beliau (Luhut) kan concern tentang berbagai hal. Jadi beliau ingin tahu apa persoalan yang ada dan kita menjelaskan situasinya,” kata Fachmi saat ditemui usai rapat di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat (23/8).
Dia bercerita telah menceritakan semua kondisi dan penyebab terjadinya defisit BPJS Kesehatan dari tahun ke tahun. Salah satunya, katanya, soal iuran yang belum mengalami kenaikan.
Menurutnya, Luhut juga sepakat dengan skema perhitungan iuran saat ini. Selain itu, Luhut juga fokus membahas soal manfaat yang diberikan kepada para peserta BPJS Kesehatan.
“Tadi beliau juga concern soal tentang bagaimana dari sisi manfaat yang diberikan, bagaimanapun juga UU memang menyarankan kebutuhan dasar, tapi mungkin definisi yang pas tentang kebutuhan dasar kesehatan itu yang seperti apa,” tambahnya.
Karenanya, dia mengaku Luhut meminta agar iuran diatur sesuai dengan hitungan yang wajar. Apalagi, lanjutnya, besaran iuran itu belum diatur sejak tahun 2015.
“Sudah hampir 4 tahun ini belum sesuai dengan hitungan,” tuturnya.
Fachmi juga mengaku akan memperbaiki semua regulasi di tubuh BPJS Kesehatan saat ini. Khususnya soal kepatuhan membayar iuran dari para peserta mandiri.
“Prinsipnya bagaimana semua regulasi ini kita perbaiki, khususnya yang menunggak,” pungkasnya.
