Kumparan Logo

Dirut BSI Kutip Data Google, Tiap Hari Ada 10 Ribu Serangan Siber

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ATM BSI. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ATM BSI. Foto: Shutterstock

Layanan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dipastikan sudah normal akibat eror sejak, Senin (8/5). Ada dugaan serangan siber ke dalam sistem teknologi informasi bank tersebut sehingga BSI perlu melakukan temporary switch off beberapa channel untuk memastikan keamanan sistem.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik. Dalam proses normalisasi layanan, Tim IT BSI bekerja sama dengan Tim IT Bank Mandiri dan berkoordinasi secara intens dengan berbagai pihak terkait, baik regulator maupun lembaga pemerintah.

“Ini cerita sedikit kalau refer di Google sebenarnya serangan melalui internet menurut catatan 90 hari terakhir itu macam-macam institusi sekitar 807 ribu. Dengan rata-rata 9-10 ribu serangan per hari,” kata Hery dalam konferensi pers di Wisma Mandiri I, Kamis (11/5).

Seiring pesatnya teknologi dan kebutuhan keuangan nasabah, Hery menyebut BSI menyadari risiko keamanan siber ini sehingga perlu meningkatkan keamanan siber.

“Dalam penyelenggaraan cyber security dan perlindungan dana nasabah, BSI terus meningkatkan keamanan untuk menjaga data nasabah secara keseluruhan,” ujarnya.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi dalam konferensi pers di Wisma Mandiri I, Kamis (11/5/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

BSI sendiri memiliki SOP keamanan siber dibuat berdasarkan POJK 11/3/2022, di mana bank berkewajiban menetapkan standar prosedur tata kelola informasi termasuk keamanan siber.

"Keamanan siber mensyaratkan persyaratan minimum bagi bank terutama BSI, bagi sistem dan ruang siber yang mendukung siber bisnis,” kata Hery.

Hery melanjutkan bahwa dalam keseluruhan proses yang berlangsung, BSI terus memastikan kepada nasabah dan stakeholders bahwa data dan dana nasabah berada dalam kondisi baik dan aman.

“Atas nama Bank Syariah Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan nasabah karena adanya kendala dalam mengakses layanan BSI,” imbuh Hery.

instagram embed