Kumparan Logo

Dirut KAI Tegaskan Batal Impor KRL Bekas dari Jepang

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin memastikan KAI batal mengimpor rangkaian KRL bukan baru alias bekas dari Jepang.

"Kita enggak impor bekas," ujar Bobby di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Bobby mengatakan, pemerintah akan memberikan kereta yang baru untuk rakyat, bukan bekas.

"Pokoknya buat rakyat, harus yang baru," ucapnya.

Sebelumnya, Komisi VI DPR RI menyetujui rencana PT Kereta Api Indonesia atau KAI melakukan impor rangkaian kereta bekas untuk memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan kereta rel listrik (KRL) di Jabodetabek.

“Memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek dengan meningkatkan industri lokal dan melakukan impor rangkaian kereta, bukan baru, yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR bersama Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9).

Andre kemudian meminta persetujuan para peserta rapat atas poin tersebut.

“Setuju?” tanya Andre.

“Setuju,” jawab peserta rapat.